Ketaatan, Kunci Utama Dapatkan Nikmat Surga di Akhirat

Melaksanakan ibadah mungkin saja menjadi penilaian paling mudah yang bisa dilakukan terhadap keislaman diri seseorang. Meski sejatinya kita tak memiliki hak tersebut, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling berhak namun sering kali kita khilaf dan masih melakukan hal serupa pada orang lain. Kenyataannya, sejatinya terhadap diri kita sendirilah yang utama dan pertama dalam melakukan penilaian keislaman. Bukan tanpa sebab, pasalnya keislaman diri kita berkaitan erat dengan hubungan kita pada Allah.

Maka dari itu, perlu dimengerti bahwa sebenarnya hal yang penting dari menjalani dan meyakini agama Islam adalah ketaatan kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan adalah bukti nyata dari keislaman seseorang. Mereka yang mampu menjaga kualitas tersebut sejatinya merupakan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Hal ini sebagaimana diketahui dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” [QS. An-Nisaa’: 69]

Ayat di atas menjelaskan tentang keutamaan bagi umat Islam dalam memelihara ketaatan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti firman Allah di atas, orang-orang yang semasa hidupnya di dunia berusaha keras menjaga ketaatan pada Allah maka mereka sejatinya termasuk dalam golongan orang-orang yang menerima nikmat Allah. Golongan tersebut amatlah luar biasa karena tidak banyak yang seperti mereka. Di antara golongan orang tersebut terdapat para nabi. Tak hanya itu, jenis orang lain yang juga mendapatkan nikmat serupa adalah mereka para Shiddiqin.

Shiddiqin sendiri diketahui merupakan orang yang memiliki sifat jujur dan benar (keimanannya) dan telah terbukti keimanan mereka yang tidak perlu lagi diuji. Tak hanya itu, orang yang taat juga memiliki taraf nikmat yang sama dengan orang-orang yang mati syahid. Seperti yang kita tahu, para syuhada adalah orang yang tak perlu memikirkan lagi nasib mereka di akhirat. Syuhada sudah dipastikan meraih Surga akibat perbuatannya yang dilakukan di jalan Allah. Orang-orang yang taat juga memeroleh nikmat serupa dengan para syuhada.

Orang-orang saleh juga termasuk dalam golongan ini. Maka siapa pun yang berupaya keras menjaga ketaatan akan berkesempatan memiliki nikmat serupa dengan mereka. Oleh karena itu, umat Islam harus dapat berjuang dalam mempertahankan ketaatan. Meski sejatinya kita bukan insan yang sempurna, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala memahami apa yang ada di dalam hati kita. Dengan senantiasa fokus dalam memperbanyak amalan sekaligus meninggalkan larangan, semoga kita dapat menjadi bagian dari golongan orang-orang yang diberi nikmat Surga oleh Allah Subhanahu Ta’ala.