Keislaman

Kebaikan dari Puasa Sunnah di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Idul Adha menjadi salah satu hari yang paling istimewa di bulan Dzulhijjah. Bagaimana tidak? Di saat tersebut umat Islam tengah merayakan hari besar. Ibadah qurban juga dilakukan sebagai salah satu bentuk perayaan. Namun, sebelum hari tersebut benar-benar tiba Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk senantiasa melakukan puasa sunnah selama sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah. Dari Said bin Jubair, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,

Jika kamu masuk ke dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka bersungguh-sungguhlah sampai hampir saja ia tidak mampu menguasainya (melaksanakannya).” (HR. Ad Darimi, hadits hasan)

Hadist di atas menjelaskan tentang anjuran melakukan puasa sunnah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Puasa sunnah ini terbagi dalam tiga jenis. Tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh seluruh umat Islam. Sementara di tanggal 8 Dzulhijjah umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk melakukan puasa Tarwiyah. Selanjutnya, pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi kita yang juga tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan berpuasa Arafah.

Secara keseluruhan, 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah memang sangat dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah. Bukan tanpa sebab, pasalnya ada keutamaan yang bisa didapatkan dari anjuran beribadah ini. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda yang berbunyi sebagai berikut,

Tidak ada hari yang amal sholeh, lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi berpuasa satu tahun. Melakukan Sholat malam di dalamnya membandingi sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Salah seorang sahabat bertanya ‘Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?’ Beliau bersabda, ‘Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid)’.” (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Puasa di bulan Dzulhijjah tidaklah dianjurkan tanpa sebab yang baik. Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berpesan bahwa kebaikan dari ibadah sunnah ini setara dengan melakukan puasa selama satu tahun. Tidak hanya itu, puasa sunnah di bulan Dzulhijjah juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad. Begitulah sejatinya keutamaan yang bisa kita dapatkan dari aktifitas yang dianjurkan ini. Semoga kita termasuk dalam golongan umat Rasullah shallallaahu ’alaihi wasallam yang mampu menunaikan seyala anjuran baik beliau.

Related Articles

Back to top button