Jangan Sedih, Ini Balasan bagi Orang Tua yang Lapang Dada Diuji Melalui Buah Hati Mereka

Anak bagi umat Islam tak sekedar keturunan saja tapi juga titipan yang amat berharga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ungkapan ‘titipan’ ini pada akhirnya memiliki makna bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin. Dalam kondisi normal, tentu saja hampir seluruh pasangan orang tua memiliki keinginan untuk dapat membesarkan anak-anak mereka dengan cara yang terbaik. Hal ini pada akhirnya membuat sebagian besar orang tua pun bekerja keras untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak-anak dan keluarga mereka. Namun, tentu saja semua hal tersebut hanya sebatas usaha semata.

Hasil akhir dari usaha orang tua dalam menjaga amanah yang mereka terima sepenuhnya merupakan kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ya, pada beberapa keadaan sering kali kita mendengar kisah orang tua yang ditinggalkan oleh anak-anak mereka. Yang amat mirisnya, anak-anak tersebut bahkan belum sampai usia baligh seperti hal yang dialami oleh para orang tua di Palestina. Namun, hendaknya umat Islam jangan sampai berkecil hati. Sejatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah merencanakan hal baik kepada hamba-Nya yang dengan ikhlas mampu menerima kenyataan ditinggal oleh buah hati mereka.

Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

Tidak seorang Muslim pun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah memasukkannya ke dalam Surga karena limpahan rahmat-Nya kepada mereka.” (Shahih Bukhari 1292)

Ditinggal oleh buah hati yang sejatinya merupakan penerus keturunan tentu saja menjadi hal yang amat berat bagi orang tua. Kondisi ini semakin memberikan kesedihan yang mendalam apa bila mereka telah diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kesulitan memeroleh keturunan. Tentu saja, harapan yang terbaik selalu terpatri dalam hati sanubari setiap orang tua kepada anak-anak mereka. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baiknya perencana. Dia tidak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuan mereka. Maka dari itu, siapa saja yang diuji oleh Allah dengan kehilangan anak maka mereka memiliki ketabahan hati yang luar biasa.

Ketabahan hati tersebut kelak akan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan balasan yang luar biasa. Menurut Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam pada hadistnya di atas, Allah akan melimpahkan rahmat, yakni kasih sayang yang amat besar kepada hamba-Nya yang mampu menerima dengan lapang dada kehilangan buah hati tercinta. Rahmat tersebut amatlah besar karena mampu membuat pasangan orang tua yang bersedih hati menerima kebaikan di akhirat. Kebaikan ini datang dikarenakan anak-anak mereka yang pergi mendahului kedua orang tuanya memohon pada Allah agar dapat membawa ikut serta orang tua mereka ke Surga. Masya Allah, begitu indahnya hubungan orang tua dan anak-anak ini sehingga membuat Allah Ta’ala bermurah hati terhadap mereka.