Dunia beserta isinya memang menawarkan beragam hal yang menggiurkan. Mulai dari harta, takhta, hingga kuasa segalanya merupakan contoh dari kenikmatan yang ditawarkan dunia. Sayangnya, banyak yang tak menyadari bahwa sejatinya nikmat tersebut juga merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk seluruh umat manusia. Melalui berbagai kenikmatan tersebut, Allah pum dapat mengetahui siapa saja yang benar-benar mensyukuri rezeki yang diperolehnya. Dan melalui nikmat tersebut juga, Allah memahami orang-orang yang kikir dan tamak.
Kebanyakan di antara mereka yang hatinya diliputi sifat kikir dan tamak biasanya gemar menumpuk-numpuk harta. Bagi mereka kehidupan dunia tidak akan berjalan sempurna tanpa adanya peluang untuk kembali memeroleh pundi-pundi kekayaan. Namun, sering kali mereka lupa bahwa segala nikmat tersebut adalah titipan Allah sekaligus ujian yang amat berat untuk dilalui. Mereka enggan berinfak dan bersedekah karena hati mereka dipenuhi rasa tamak. Pada kenyataannya, kekikiran dan ketamakan merupakan perkara yang paling buruk yang ada dalam diri seseorang.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seburuk-buruk perkara yang ada pada seseorang adalah kekikiran serta ketamakan, dan sifat penakut serta lemah.” (Sunan Abu Daud 2150)
Hadist di atas menjelaskan tentang hal terburuk yang mungkin ada dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa kekikiran adalah sifat yang paling buruk yang ada dalam diri manusia. Kikir tak hanya satu di antara penyakit hati saja. Kekikiran mampu mendatangkan kerugian bagi diri kita. Bukan tanpa sebab, pasalnya sifat kikir yang tertanam dalam hati biasanya membuat seseorang lebih senang menyendiri. Hal ini lantaran mereka tidak menikmati waktu bersama orang lain. Kedekatan yang timbul dari kebersamaan akan membuahkan kenyamanan yang membuat kita merasa senang meminta pertolongan.
Sebaliknya, orang-orang kikir tidak menyukai hal ini karena ia memahami bahwa orang lain akan dengan mudah meminta bantuan darinya. Sungguh, sangat dimaklumi apa bila kekikiran dianggap sebagai perkara yang amat buruk yang ada dalam hati seseorang. Mereka tak senang jika harus berbagi simpanan, waktu, juga tenaga pada orang lain. Semoga saja kita terhindar dari perkara buruk ini. Maka dari itu, amat penting bagi kita untuk senantiasa berdoa pada Allah Ta’ala guna mengharapkan keluasan hati dalam membantu sesama agar tidak menjadi orang yang menyimpan perkara buruk tersebut.