Dalam Mencari Nafkah, Yuk Kejar Penghasilan yang Mabrur

Mencari nafkah bagi umat Islam merupakan salah satu bentuk kewajiban. Bukan tanpa alasan, pasalnya hal tersebut sejatinya tak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup semata tapi juga tanda kemandirian dan nilai seseorang. Dengan senantiasa mencari nafkah, seseorang akan dapat menjalani hidupnya dengan lebih percaya diri tanpa menyusahkan pihak lain.

Tak hanya itu, dengan penghasilan yang didapatkan pun seseorang berhak memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhannya. Maka dari itu, hendaknya kita terutama umat Islam wajib memerhatikan cara yang baik dalam mencari penghasilan. Bukan tanpa alasan, pasalnya cara mencari penghasilan yang kita terapkan akan menentukan rezeki yang diturunkan Allah Azza wa Jalla.

Sebagaimana suatu hari pernah dikisahkan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “penghasilan apakah yang paling baik?” Mendengar hal tersebut, beliau pun menjawab dan bersabda,

Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua penghasilan yang mabrur (diterima di sisi Allah).” (Shahih Lighairihi, HR. Al Hakim)

Hadist di atas menjelaskan tentang penghasilan yang terbaik menurut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa penghasilan yang terbaik adalah yang didapatkan dari hasil kerja tangannya sendiri. Hal tersebut dapat diartikan bahwa umat Islam dianjurkan untuk dapat memeroleh penghasilan dari karya pribadi.

Terkini, karya pribadi dapat dipahami sebagai bentuk barang atau keterampilan yang dijual dan mampu menghasilkan materi. Penghasilan dari cara demikian dinilai lebih baik dan diyakini mabrur. Mabrur sendiri adalah pemahaman akan sesuatu amalan yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk cara dalam mencari nafkah. Itulah sejatinya penghasilan yang terbaik yang bisa didapatkan oleh umat Islam.