Cara Berpenampilan Maksimal Sesuai Anjuran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam

Ketika beraktivitas sehari-hari, kita akan bertemu dan berhadapan dengan banyak orang. Tentu saja untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia, kita membutuhkan kesan yang baik pula di mata orang lain. Selain dengan senantiasa menjaga perilaku, kesan yang baik juga sering kali dikaitkan dengan penampilan diri. Meski terdengar biasa, namun banyak yang tidak menyadari bahwa penampilan diri kita sangat penting di mata orang lain. Hal tersebut menentukan cara seseorang memandang diri kita. Bahkan bukan tidak mungkin pula bahwa cara orang menghargai diri kita juga bergantung pada penampilan diri saat berhadapan satu sama lain.

Menjaga penampilan yang dimaksud dalam hal ini sejatinya berkaitan dengan cara diri kita dalam menghargai hubungan dengan orang lain. Maka dari itu, memastikan bahwa kita telah menggunakan pakaian yang baik dan sedap dipandang bukanlah sesuatu yang berlebihan selama hal ini tidak mengisyaratkan kesombongan. Sebagaimana diketahui dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam beliau pernah bersabda,

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari sombong”. Lalu ada seorang laki-laki bertanya: “Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?”). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia“. [HR. Muslim juz 1, hal. 93, no 147]

Hadist di atas menjelaskan tentang dua perkara secara bersamaan. Yang pertama adalah tentang larangan bersikap sombong. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan bahwa orang-orang yang terdapat kesombongan dalam hatinya meski hanya sebesar biji dzarrah tidak akan masuk Surga. Namun, salah seorang umat pada saat itu meragukan tentang fakta sifat sombong yang sebenarnya. Lantas ia pun bertanya pada Rasulullah tentang orang-orang yang gemar memakai baju dan sandal yang bagus, apakah termasuk dari sifat sombong. Rasulullah pun menjawab bahwa sombong adalah sikap dari menolak kebenaran dan gemar merendahkan manusia lain.

Sementara, mengenakan baju dan sandal yang bagus karena mencintai keindahan tidak termasuk dalam sikap sombong. Bukan tanpa sebab, pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hal-hal yang indah termasuk upaya hamba-Nya dalam menjaga kebersihan diri dan penampilannya. Selama upaya ini dilakukan untuk menyenangi hati Allah tanpa ada rasa kebanggaan pada diri sendiri maka berpenampilan indah baik dari baju atau sandal yang dikenakan bukanlah hal yang dilarang. Penampilan yang indah pun dapat diraih dengan berbagai cara seperti keahlian dalam memadu madankan warna, menambahkan aksesoris untuk membuat penampilan semakin menarik, hingga memastikan aurat tetap tertutup dan terjaga.

Yang tak kalah penting, penampilan yang indah juga tidak harus didapatkan dari barang-barang mahal. Selama seseorang yang mengenakannya merasa nyaman dan percaya diri tanpa ada maksud untuk memamerkan penampilannya, tentu ia akan mendatangkan kesan yang baik bagi yang memandangnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk senantiasa memaksimalkan penampilan kita terutama jika akan menunaikan ibadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berpakaianlah yang rapi dan indah sesuai dengan hal yang disenangi oleh Allah. Semoga melalui upaya ini kita bisa mendapatkan keberkahan karena telah berusaha berpenampilan baik tanpa harus membuat orang lain merasa tak nyaman karena sikap sombong atau berlebihan.