Ramadhan

Anjuran Wudhu dengan Metode Istinsyaq Sewajarnya Saat Berpuasa

Pahala menjalankan puasa di bulan Ramadhan sejatinya adalah pahala yang langsung dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, kita dianjurkan untuk dapat menjaga kualitas ibadah tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjauhkan diri dari segala macam hal yang mungkin saja dapat membatalkan ibadah puasa. Di sisi lain, selama berpuasa umat Islam juga tetap wajib menjalankan sholat fardhu yang terlebih dahulu harus disertakan dengan proses bersuci atau berwudhu.

Dalam tahapannya, ada kegiatan berkumur-kumur dan juga membasuh hidung dengan metode istinsyaq. Meski pun demikian, langkah ini nyatanya masih menimbulkan tanda tanya apakah dapat membatalkan ibadah puasa yang tengah dijalankan. Terkait hal ini seperti dilansir melalui Rumaysho.com, Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,

“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah,

Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.” [HR. Abu Dawud] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Melalui fatwa dan hadist di atas dapat diketahui bahwa berkumur-kumur dan istinsyaq adalah kegiatan yang disyariatkan dalam agama Islam untuk melengkapi proses bersuci atau berwudhu. Rasulullah bersama para sahabat masih melakukan kedua metode pembersihan tersebut meski tengah berpuasa. Bahkan, beliau juga menganjurkan bahwa baik berkumur atau pun istinsyaq keduanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Meski pun begitu, hendaknya kedua hal tersebut tidaklah dilakukan secara berlebihan ketika berpuasa. Bukan tanpa alasan, pasalnya akan timbul kekhawatiran terkait masuknya air dalam rongga mulut dan hidung. Terkait hal ini, tentu saja puasa yang tengah dijalankan dapat terancam batal. Cara berlebihan dalam berkumur maupun istinsyaq dinilai sebagai cara yang dianggap sebuah kesengajaan. Maka dari itu, ketika berpuasa hendaknya setiap kegiatan pembersihan harus dilakukan sesuai porsinya saja.

Related Articles

Back to top button