Keislaman

Amalan Sambut Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam

Tak terasa kita telah kembali memasuki bulan Rabiul Awal. Bulan yang dalam ajaran agama Islam diyakini sebagai momen paling bersejarah karena telah lahir utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi yang meski telah lebih dulu kembali kepada Rabb-nya ini hingga kini pun masih amat dirindukan oleh seluruh umat Islam. Bagaimana tidak? Seluruh hidupnya merupakan manfaat dan pengorbanan yang semata-mata dilakukannya karena amat mencintai umatnya.

Maka dari itu, memperingati hari kelahiran beliau masih terus dilakukan oleh sebagian besar umat Islam. Meski sejatinya bukanlah hal yang diwajibkan, namun memperingati hari kelahiran beliau merupakan salah satu cara untuk menghormati dan mengasihi Rasul kita. Selain memperbanyak sholawat, umat Islam dianjurkan untuk dapat memperbanyak perbuatan amal untuk menyambut hari lahir Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, salah satunya dengan menyantuni anak yatim.
Dari Abdullah bin Abbas dia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa mengurus tiga anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya,
berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara
.”

Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan menyantuni anak yatim. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya menjelaskan bahwa salah satu keutamaan yang bisa didapatkan umat Islam dari perkara tersebut adalah mendapatkan pahala seolah-olah melaksanakan qiyamul lail di malam hari. Tak hanya itu, orang yang menyantuni anak yatim juga berkesempatan memeroleh pahala seperti orang yang berpuasa. Bahkan, pahala berjihad juga termasuk dalam salah satu keutamaan menyantuni anak yatim.

Tentu saja, ketiga kebaikan tersebut amatlah berharga jika dapat kita peroleh dengan mudah. Menyantuni anak yatim pun menawarkan keutamaan yang lebih membahagiakan lagi bagi seorang Mukmin. Ya, Rasulullah menyatakan bahwa perkara tersebut dapat membuat kita menjadi lebih dekat dengan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam saat di akhirat kelak. Ini menandakan bahwa menyantuni anak yatim dapat mendatangkan syafaat bagi umat Islam agar bisa terlindungi dari kejamnya siksaan di akhirat.

Related Articles

Back to top button