Alasan Utama Mengapa Rasulullah Menganjurkan Umatnya Memilih Sahabat Karib

Menjalin hubungan baik dengan orang lain sudah tentu merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bukan tanpa alasan, pasalnya hubungan yang baik dapat mengantarkan dua orang lebih mudah mencapai Surga di akhirat kelak. Hal ini lantaran terdapat banyak manfaat baik yang bisa diterima oleh dua orang yang saling menjaga hubungan. Maka dari itu, kita juga dianjurkan untuk dapat memilih sahabat yang tepat. Bagaimana tidak? Sahabat adalah cerminan diri sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berpendapat yang sama. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda,  

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344)

Hadist di atas menjelaskan tentang fakta di balik hubungan pertemanan antar dua orang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa dalam sebuah hubungan, secara otomatis seseorang akan mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh teman dekatnya. Jika hal yang dilakukan tersebut adalah perkara baik maka akan membawa kebaikan pula bagi sahabatnya. Dari perkara-perkara positif yang dilakukan ini, dua orang yang berteman akan berpeluang untuk mendapatkan pahala yang mampu memperberat timbangan amal.

Sebaliknya, jika hal yang dilakukan tersebut adalah perkara-perkara maksiat maka akan membawa keburukan bagi sahabat dekatnya. Tak hanya itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun meyakini bahwa dari perkara-perkara negatif yang dilakukan ini, dua orang yang berteman tersebut juga akan berpeluang untuk mendapatkan dosa yang mampu memperberat timbangan dosa mereka. Inilah sebabnya mengapa kita harus peduli terhadap kebiasaan yang dilakukan sahabat dekat. Sangat beruntung jika kita memeroleh sahabat yang soleh. Namun, merupakan kesempatan bagi kita untuk dapat menuntun kembali jika sahabat kita terlanjur tersesat. Agar mendapatkan pahala, lakukanlah kebaikan tersebut hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.