Hidup lagi senang tiba-tiba ketimpa nasib malang? Tenang, jangan dulu gagal paham. Mungkin saja ada alasan yang harus kita cari tahu lebih dalam. Terutama bagi umat Islam, datangnya cobaan tidak serta merta tanpa alasan. Banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan nasib sial. Namun, alangkah baiknya jika kita tidak menaruh prasangka demikian. Bukan tanpa sebab, pasalnya segala kejadian dalam hidup kita murni merupakan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya, salah satu hal yang dapat membantu kita untuk dapat berdiri lebih tegar setelah datangnya kemalangan adalah dengan senantiasa kembali pada Tuhan. Bagaimana tidak? Bisa saja cobaan yang datang tersebut adalah cara Allah Ta’ala menggiring hamba yang lupa untuk kembali memohon pertolongan kepada-Nya.
Sebagaimana Wahb bin Munabbih rahimahullah pernah berkata,
“Musibah itu turun untuk menggiring munculnya doa.” (Kitab Asy-Syukr libni Abi Dunya, hal. 46)
Akibat perubahan keadaan yang tiba-tiba, banyak di antara kita yang tidak dapat menerimanya begitu saja. Bukannya mencari cara untuk senantiasa berlapang dada, orang-orang yang lupa justru menikmati situasi yang ada hanya untuk menyesali semata. Pada hal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menunggu mereka untuk kembali rintih bersuara. Dalam doa, Allah begitu merindukan ketergantungan hamba-Nya. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga sangat ingin agar kita dapat meluangkan waktu bermanja-manja kepada diri-Nya. Inilah sejatinya alasan mengapa musibah didatangkan tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, tentunya karena Allah ingin mendengar doa.
Namun, alih-alih bangkit dan kembali berusaha, sebagian besar orang justru meratapi nasibnya. Memang, penyesalan kerap datang belakangan tapi bukan berarti kita tidak diperkenankan untuk menata ulang. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk menyerahkan kembali urusan hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memohonlah dengan penuh lirih di hadapan Ilahi. Mintalah agar situasi yang telah porak-poranda ini setidaknya dapat terasa lebih ringan. Bahkan jika pertolongan-Nya pun belum jua datang, mohonlah agar didatangkan orang-orang yang dapat membantu menyamankan keadaan. Sejatinya pertolongan Allah hadir dalam bentuk yang tak pernah kita sangka termasuk juga perhatian sesama. Maka jangan pernah lepas dari doa.