Keutamaan Mempertahankan Ibadah di Tengah Fitnah Duniawi yang Semakin Merajalela

Kebahagiaan duniawi menjadi salah satu alasan dari setiap kerja keras yang dilakukan manusia. Selain memang merupakan cara untuk menunaikan kewajiban terhadap orang yang menjadi tanggungan, kerja keras juga menjadi penentu utama dari kebahagiaan tersebut. Biasanya hal ini akan berkaitan erat hal-hal berbau materi, wewenang, atau bahkan popularitas. Tidak jarang, yang tadinya hanya berkeinginan untuk mencapai rasa bahagia semata, terkini banyak pihak yang bekerja keras karena telah sangat dibutakan oleh godaan dunia. Pada akhirnya sebagian besar orang yang tak mampu mengontrol datangnya godaan kerap mudah terjerat fitnah.

Fitnah duniawi amat kejam karena mampu memalingkan seseorang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada kenyataannya, setiap orang sudah pasti dihadapkan pada fitnah yang sama namun tidak semua mampu bertahan untuk tetap yakin terhadap kebesaran Allah. Bagi mereka yang mampu melewati hal ini dengan senantiasa setia pada jalan yang sama maka ada keutamaan yang bisa didapatkannya kelak. Dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu anhu ia berkata Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Beribadah waktu terjadi fitnah seperti hijrah kepadaku.” (HR. Muslim, 2948)

Ada hal yang istimewa dari makna beribadah. Selama ini, kita memahaminya sebagai langkah untuk senantiasa patuh dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa alasan, pasalnya ibadah sendiri adalah sebuah kewajiban yang memang harus dilakukan seorang hamba terhadap Rabb-nya. Namun, ibadah ini semakin luar biasa jika kita mampu tetap menunaikannya sementara dunia tengah menebar fitnah. Fitnah yang dimaksud adalah godaan dan ujian yang datang terhadap setiap manusia berupa ditampakkannya keindahan duniawi yang membuat sebagian besar mereka merasa takjub dan terpesona. Sayangnya, perasaan tersebut sering kali mengalahkan keyakinan kita pada Allah.

Pada hal, jika kita mampu mengontrolnya dengan baik maka akan ada keutamaan yang bisa didapatkan. Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya, beliau menyampaikan bahwa orang-orang yang senantiasa mempertahankan dirinya untuk tetap beribadah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala di tengah beratnya ujian dunia maka hal tersebut sama baiknya dengan hijrah kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Dalam upaya ini, terdapat makna berupa kekuatan hati yang bertahan untuk tetap berada di jalan Allah meski sejatinya dunia tengah menggencarkan aksi agar kita memalingkan diri dari Illahi.

Orang-orang yang bisa tetap bertahan ini kelak akan mendapatkan kebaikan seperti ia hijrah mengikuti Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Tentu saja, hal tersebut adalah perkara yang luar biasa indah karena kita akan memeroleh pahala yang disesuaikan dengan tata cara hidup Rasulullah. Ketika berhijrah, segala hal berubah termasuk juga kebiasaan. Hal ini memungkinkan kita untuk mengikuti setiap sunah Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Seperti itulah kira-kira gambaran kebaikan atau keutamaan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang tetap berusaha tenang juga sabar menunggu pertolongan Allah Ta’ala dengan tetap beribadah meski godaan dan fitnah duniawi semakin merajalela.