Manajemen Diri, Langkah Mudah Meraih Surga yang Jarang Disadari

Ada banyak cara yang bisa dilakukan umat Islam untuk meraih Surga. Sebagian besar di antaranya berkaitan erat dengan upaya-upaya baik yang biasanya didominasi oleh amalan saleh. Namun, tentu saja hal ini juga harus dilengkapi dengan usaha yang bertujuan untuk menghindari diri kita dari berbagai perbuatan dosa dan maksiat. Dengan berbagai tindakan ini diharapkan agar umat Islam mampu mencapai tujuan akhir yang diinginkan yakni Surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sayangnya tak banyak yang tahu bahwa ada syarat yang perlu dipenuhi agar upaya ini benar-benar memberikan hasil maksimal. Hal ini sebagaimana Syaikh Sholih Fauzan pernah berkata,

Surga tidak akan diraih dengan bersikap malas, tidur, dan bersantai. Namun surga itu diraih dengan berletih-letih dalam amalan-amalan sholih.” (Kalimatu Romadhoniyah 07/09/1437H)

Surga adalah pencapaian terakhir umat Islam yang paling indah. Oleh karenanya dibutuhkan usaha besar dan bernilai utama dalam menggapainya. Kewajiban dan berbagai amalan saleh adalah bentuk umum dari upaya yang bisa dilakukan kaum Muslimin dan Muslimat dalam memeroleh kebaikan Surga. Namun, tak banyak yang tahu bahwa hal ini sebaiknya dilakukan dengan semangat tanpa adanya paksaan. Ya, semangat yang dimaksud bukan berarti kita harus tergopoh-gopoh dalam melakukannya. Namun, pastikan bahwa kita merancang setiap pergerakan yang kita lakukan untuk mencapai hal yang diinginkan ini. Salah satunya adalah dengan mengatur jadwal kegiatan sehari-hari.

Jadwal kegiatan yang teratur dapat membantu kita untuk bisa melakukan setiap aktivitas dengan maksimal tanpa terlewat sedikit pun. Baik dalam tujuan mencari nafkah, beribadah, berbisnis, atau pun sekedar menjaga tali silaturahmi segalanya harus dilakukan dengan tepat. Setiap kegiatan pasti memiliki manfaat masing-masing. Dengan senantiasa mengatur kegiatan kita menjadi tanda bahwa kita tengah berupaya memanfaatkan kemampuan diri dengan sebaik-baiknya. Hal ini sejatinya menjadi dukungan utama bagi diri kita untuk bisa melakukan berbagai perbuatan amal lainnya yang tentu saja akan memengaruhi kesuksesan kehidupan akhirat kita kelak.

Sebaliknya, apa bila kita terlalu lamban dan tidak peduli pada pengaturan jadwal kegiatan yang akan dikerjakan maka dapat dipastikan bahwa kehidupan yang dijalani akan selalu terbengkalai. Terutama jika kita tidak menetapkan jam tidur dan bangun yang tepat, tentu saja hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kegiatan lainnya. Alih-alih untuk meluangkan waktu beribadah dan beramal saleh lainnya, mencari nafkah saja rasanya sudah melelahkan akibat penjadwalan yang tidak tepat. Oleh karena itu, pengaturan waktu setiap harinya sangat dibutuhkan agar manfaat diri yang kita salurkan dapat berjalan maksimal. Melalui langkah inilah Surga dapat diraih dengan lebih mudah.