Cara Menyikapi Rasa Iri Cerminkan Jati Diri dalam Hati

Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling sempurna. Baik secara fisik atau pun mental, kita memiliki segalanya. Hal ini pada akhirnya membuat manusia mampu melakukan banyak hal termasuk. Kesempurnaan kita juga menjadi alasan mengapa manusia termasuk makhluk sosial yang saling ketergantungan satu sama lainnya. Namun, kenyataan ini juga menjadi alasan utama dari timbulnya berbagai sikap dan perasaan yang memenuhi hati manusia, termasuk juga hasad. Meski pun demikian, tak banyak yang tahu jika cara seseorang menyikapi rasa hasad yang muncul sejatinya mencerminkan jati diri orang tersebut.

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri). Namun, orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya, sedangkan orang yang mulia akan, menyembunyikannya.” (Majmu’ al-Fatawa 10/124-125)

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berpendapat bahwa setiap manusia tidak akan pernah bisa lepas dari perasaan hasad atau iri terhadap orang lain. Hal tersebut sejatinya merupakan sikap alami manusia yang timbul akibat adanya kecemburuan terhadap nasib baik seseorang. Meski pun demikian, bukan berarti bahwa perasaan hasad haram dimiliki. Jika kita dapat mengatasi rasa ini sebagai alasan untuk menyemangati diri tentu saja perasaan tersebut dapat membantu kita untuk bisa meraih kesuksesan yang sama. Sebaliknya, jika hasad yang tumbuh dalam hati semakin membara maka dikhawatirkan bahwa orang tersebut dapat melakukan segala hal termasuk cara haram demi mendapatkan kebaikan yang setara dengan orang lain.

Walau pun hasad termasuk dalam sikap alami dan wajar ada dalam diri manusia, namun cara kita menghadapinya mencerminkan diri kita yang sebenarnya. Orang-orang yang mampu menyembunyikan rasa iri lantas mengubahnya sebagai pemicu utama mencapai kesuksesan maka mereka sejatinya termasuk dalam golongan orang yang mulia. Namun, berbeda dengan mereka yang sangat menampakkan keiriannya, orang-orang ini akan berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan kesuksesan orang lain. Sungguh, perbuatan ini sejatinya termasuk dalam cerminan dari orang yang terjangkit penyakit hati. Cara mereka dalam menangani rasa iri hanya akan membuat mereka jatuh dalam perkara yang menimbulkan haram.

Naudzubillah min zalik, semoga kita terhindar dari sikap hasad yang membinasakan, aamiin.