Setiap manusia memiliki jatah masalahnya masing-masing. Hal ini sejatinya merupakan perkara yang lumrah terjadi. Bukan tanpa alasan, pasalnya tidak ada satu pun kehidupan yang sempurna di dunia. Kesempurnaan murni hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya, manusia awam akan tampil dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kesuksesan dan kegagalannya, juga kebahagiaan dan kesedihannya. Begitulah sejatinya perjalanan hidup manusia, akan ada senang dan juga susah. Meski pun demikian, sebagai bagian dari umat Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam dengan latar belakang syariat Islam kita dilarang berputus asa ketika harus menghadapi ujian hidup.
Bukan tanpa alasan, pasalnya putus asa adalah tanda atau ciri khas dari orang-orang kafir. Hal ini sebagaimana tertulis di dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang berbunyi sebagai berikut ini,
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Ayat di atas menjelaskan tentang larangan berputus asa. Secara tidak langsung, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa rahmat-Nya akan selalu ada bagi hamba-Nya yang tengah dirundung kesulitan dan kesedihan. Namun, hal tersebut tidak bisa dapatkan begitu saja. Dalam menghadapi masalah, umat Islam wajib bersabar terutama pada guncangan pertama masalah tersebut datang. Bukan tanpa sebab, pasalnya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwa tempat kesabaran yang sebenarnya ada pada guncangan pertama. Setelahnya, mukmin yang tengah berhadapan dengan ujian akan secara perlahan pulih dari kesedihan tersebut. Bagi orang-orang yang mampu bersabar ini, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji untuk menurunkan rahmat-Nya.
Oleh karena itu, merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk tidak mudah menyerah. Bukan tanpa sebab, pasalnya sikap menyerah akibat putus asa adalah ciri khas dari orang kafir. Bagaimana tidak? Orang kafir tidak percaya pada kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka tidak pernah menggantungkan diri pada-Nya. Hal inilah yang membuat para kafir lebih mudah putus asa atau bahkan gampang mengakhiri hidup. Sementara umat Islam memahami bahwa Allah Maha Besar. Hanya dengan pertolongan Allah saja sesuatu yang dianggap manusia tidak mungkin tapi bagi Allah sangat mudah terjadi termasuk bangkitnya diri kita dari masalah. Maka dari itu, berbaik sangkalah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetap yakin dan semangat adalah tugas kita agar Allah sesegera mungkin menurunkan rahmat-Nya.