Hidup di dunia sering kali menawarkan berbagai pencapaian. Namun, hal tersebut tidak bisa diperoleh begitu saja. Akan selalu ada tantangan yang menghampiri dan menguji kemampuan kita dalam mencapai hal yang dituju. Sayangnya, tidak semua orang benar-benar dapat melawatinya sesuai dengan cara yang dianjurkan oleh syariat Islam. Banyak di antara umat manusia yang masih tergoda bujuk rayu nikmat dunia yang sejatinya sedap dipandang mata namun menghadirkan berbagai dosa. Hal ini pada akhirnya membuat seseorang cukup kesulitan menyudahi perbuatan yang sebenarnya hanya bagian dari perkara maksiat saja.
Namun, sering kali keinginan untuk bertobat juga ada tapi hanya akan menjadi niat semata. Pada akhirnya, banyak di antara manusia yang justru menunda-nunda niat baik tersebut. Jika kita mengetahui apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala lakukan terhadap hidup kita, maka sejatinya kita akan menjadi pribadi yang paling malu karena begitu hina di hadapan-Nya. Dari Shafwan bin Mukhraz yang berkata bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Ibnu Umar, “Bagaimana engkau mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda tentang an-najwa (berbicara secara rahasia)? Ibnu Umar pun berkata, ‘(Beliau bersabda)’
“Salah seorang di antara kalian mendekat kepada Tuhannya hingga Allah meletakkan tabir-Nya kepadanya dan berfirman, ‘Bukankah engkau telah melakukan demikian?’ Maka dia berkata, ‘Benar.’ Lalu Allah berfirman, ‘Bukankah engkau melakukan yang demikian-demikian?’ Dia berkata, ‘Benar. ’ Dan dia mengakuinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menutupinya bagimu di dunia, dan hari ini Aku telah mengampuninya bagimu.’” (Shahih Bukhari: Hadis ke 6960)
Hadist di atas menjelaskan tentang bukti nyata bahwa Allah Maha Pengampun. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwa ampunan Allah sangat besar bagi setiap hamba-Nya yang melakukan perbuatan dosa. Tak tanggung-tanggung, bahkan Allah juga sangat ahli dalam menutupi segala tindak tanduk terutama aib manusia di dunia. Segala hal ini dilakukan Allah karena Dia Maha Penyayang. Rahmat Allah sangat besar hingga Dia menunggu hamba-Nya untuk datang kepada-Nya agar dapat senantiasa memohon ampun. Sayangnya, tak banyak manusia yang memahami sifat Allah ini.
Meski pun demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap mengampuni hamba-Nya di akhirat kelak meski mereka tidak jua memohon ampun. Hal ini menandakan bahwa sejatinya kasih sayang Allah amat luas. Hanya Allah saja yang masih rela memberikan berbagai kebaikan meski kita telah mengkhianati-Nya. Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk dapat terus memohon ampun pada Allah Subhanahu wa Ta’ala meski kita tidak sadar pernah berbuat maksiat apa. Tugas kita di dunia hanya menjalankan perintah saja dan senantiasa mawas diri agar terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat. Meski pun telah berusaha menghindar, tak ada salahnya kita tetap rutin beristigfar karena kita tidak pernah tahu kapan kekhilafan menghampiri.