Rahasia jadi Pedagang Sukses di Dunia dan Akhirat

Berdagang mungkin bukan profesi baru. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam pun telah lama menggeluti pekerjaan ini. Bahkan beliau menganjurkan umatnya untuk memilih perdagangan sebagai langkah mencari nafkah paling utama. Meski pun demikian, menjadi pedagang akhir-akhir ini terkesan semakin mudah dilakukan. Namun, ketika era digital semakin berkembang, profesi pedagang justru memiliki beragam tantangan. Selain persaingan di dunia perdagangan sendiri, tantangan lain dari pekerjaan ini kerap datang dari diri sendiri yakni ketidakmampuan untuk menjunjung tinggi sikap kejujuran. Pada kenyataannya, hal tersebut sangat penting untuk dimiliki.

Bahkan, menurut Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam kejujuran bagi seorang pedagang tak hanya dapat menjadi kunci sukses di dunia saja tapi juga di akhirat. Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Sa’id (Al-Khudriy radliyallahu ‘anhu), yang berkata bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, beliau pernah bersabda yang berbunyi sebagai berikut ini,

Pedagang yang jujur lagi menjaga amanat akan bersama Nabi-nabi, orang-orang yang jujur dan orang-orang yang mati syahid”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 341, no. 1227, dan ia berkata, “Ini hadits hasan”]

Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan dari pedagang yang memelihara sikap jujur dalam menggeluti profesinya sehari-hari. Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwa pedagang yang senantiasa mengutamakan kejujuran dalam menjual produk-produknya akan berada berdampingan dengan para Nabi, orang-orang jujur lainnya, dan juga orang-orang yang mati syahid. Sebagai umat Islam, tentu kita memahami dengan benar bahwa para Nabi dan orang yang mati syahid sudah dipastikan akan berada di Surga. Ini menandakan bahwa pedagang yang jujur juga berkesempatan memiliki peluang untuk menuju Surga yang sama. Namun, kategori sebuah kejujuran memang beraneka ragam.

Tentu saat ini kita hanya akan membahas kejujuran dalam perkara perdagangan. Salah satunya dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar terkait kondisi barang yang dijual, baik itu tentang kelebihannya atau pun kekurangannya. Tak hanya itu, jika barang dagangan yang dibeli berdasarkan beratnya maka penting bagi para pedagang untuk memastikan berat barang yang dijual sesuai dengan harga yang dibayar oleh pembeli. Sikap seperti ini mungkin terdengar ringan dan biasa namun di akhirat kelak dapat menjadi alasan dari berkumpulnya kita di Surga bersama para Nabi dan syuhada. Masya Allah semoga kita dapat menjadi pribadi yang amanah apa pun profesinya terutama sebagai seorang pedagang.