Menjadi bagian dari umat Islam merupakan rezeki terbesar yang kita dapatkan. Bukan tanpa alasan, pasalnya Islam tak sekedar agama saja tapi juga pedoman terbaik dan terlengkap bagi seluruh umat manusia. Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk dapat senantiasa mensyukuri hal ini. Namun, banyak yang tak memahami dengan benar cara yang tepat untuk mensyukuri nikmat Islam. Pada kenyataannya, ada beragam cara yang bisa kita lakukan selain menunaikan ibadah salat fardu. Hal ini sebagaimana diketahui dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, yang berkata bahwasanya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam pernah ditanya,
“Islam manakah yang paling utama?” Maka beliau berkata, “Iman kepada Allah dan rasul-Nya.” Lalu ditanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Lalu ditanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Haji mabrur”. (Shahih Bukhari Hadis ke 25)
Hadist di atas menerangkan tentang cara terbaik yang bisa dilakukan kaum Muslimin untuk mensyukuri nikmat Islam. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa setidaknya terdapat tiga cara yang bisa kita lakukan dan termasuk dalam amalan utama. Yang pertama adalah senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Tidak ada hal yang paling bernilai dalam agama Islam kecuali keimanan yang tetap dan kuat pada Allah semata. Keimanan ini juga mencapai kelengkapan nilainya dengan senantiasa meyakini bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam satu-satunya utusan Allah.
Beliau bukan sekedar utusan semata tapi juga sebaik-baiknya suri teladan bagi umat Islam. Maka dari itu, sudah sepatutnya bagi kaum Muslimin juga mengikuti cara Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam dalam beribadah dan menjalani kehidupan. Tak hanya itu, kita juga dapat mensyukuri nikmat Islam dengan melakukan hal-hal di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, salah satunya adalah jihad. Jihad merupakan bentuk pengabdian yang bernilai utama. Bukan tanpa alasan, pasalnya dalam melakukan jihad dibutuhkan kerelaan hati yang luar biasa. Hal ini lantaran, dalam berjihad sebagian besar orang akan rela untuk kehilangan nyawa. Maka dari itu, balasan dari amalan ini adalah Surga.
Sementara, cara terakhir yang bisa kita lakukan adalah menunaikan ibadah haji yang mabrur. Haji sendiri adalah salah satu jenis ibadah yang juga termasuk dalam rukun Islam. Umat Islam sejatinya tidak wajib berhaji kecuali ia mampu melakukannya. Orang-orang yang berusaha menunaikan haji merupakan tanda bahwa mereka telah memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, ibadah haji yang mabrur membutuhkan syarat tertentu, yakni senantiasa beribadah dengan menjauhi perkataan dan perbuatan keji. Dengan berupaya untuk dapat melakukannya maka sejatinya kita tengah melakukan amalan utama yang juga termasuk dalam langkah mensyukuri nikmat Islam.