Ibadah haji yang tepat adalah yang ditunaikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan tersebut telah diurutkan sedemikian rupa dalam deretan rukun haji. Usai berihram yang dilakukan dari masing-masing miqat, jemaah haji wajib hadir di Arafah untuk melakukan wukuf. Hal tersebut adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Tanpa melengkapi rukun tersebut, maka seorang mukmin harus mengganti hajinya di tahun berikutnya. Meski telah mencapai puncak sejatinya haji yang dijalankan belum benar-benar selesai. Bukan tanpa alasan, pasalnya masih ada tiga rukun lagi yang wajib dipenuhi. Kali ini kita akan membahas rukun haji ketiga yakni Thawaf.
Hal ini sebagaimana tertulis di dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29)
Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya yaitu menunaikan ibadah haji. Dalam ayat ini disebutkan kewajiban untuk menjalankan rukun haji ketiga yakni tawaf. Thowaf adalah rangkaian ibadah haji yang mengharuskan umat Islam untuk mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali. Rukun haji ini juga memiliki beberapa syarat wajib. Yang pertama, jemaah haji harus mengucapkan niat ketika melakukan thowaf. Pelafalan niat ini berfungsi untuk membedakan jenis ibadah yang kita lakukan agar sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak hanya itu, seperti sholat saat thowaf seorang mukmin juga wajib berada dalam keadaan suci dari hadats.
Menutup aurat juga bagian dari syarat wajib thowaf. Selain itu, bagi orang-orang yang berada di dalam masjid juga diwajibkan melakukan thowaf meski sejatinya berada cukup jauh dari Ka’bah. Sementara itu, terkait posisi jemaah saat melakukan thowaf hendaknya perlu diperhatikan bahwa Ka’bah berada di sisi kiri kita. Thowaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran dan secara berturut-turut tanpa ada selang jika tidak ada hajat yang menghalangi. Memulai thowaf juga harus dari Hajar Aswad. Seluruh syarat wajib ini harus dilakukan untuk mencapai ibadah thowaf yang sempurna. Dengan segala upaya untuk memaksimalkan pelaksanaan thowaf ini diharapkan para jemaah bisa mencapai haji yang mabrur, aamiin.