Memandang dunia akhir-akhir ini memang menjadi tantangan yang cukup sulit bagi kita. Bagaimana tidak? Semakin diperhatikan maka dunia terasa semakin menggiurkan saja. Sayangnya, sering kali hal-hal yang kita lihat dan anggap merupakan kenikmatan sejatinya hanyalah sebagian dari godaan semata. Bukan tanpa alasan, pasalnya tak ada satu pun hal di dunia ini yang bernilai kekal. Maka dari itu, manusia terutama umat Islam dianjurkan untuk tidak terlampau mencintai gemerlap dunia sehingga membuat ia lupa akan kehidupan abadi yang sebenarnya.
Pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan hamba-Nya untuk tidak terlalu jatuh pada godaan duniawi. Sebagaimana diketahui dalam al-Qur’an bahwasanya Allah berfirman,
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh- tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS. A-Kahfi: 45]
Ayat di atas menjelaskan tentang peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada umat manusia untuk tidak terlalu mencintai hal yang bersifat duniawi. Allah menggambarkan keadaan dunia seperti air hujan yang turun dari langit. Saat musim hujan, tanah di bumi akan menjadi subur. Tanaman baik yang merupakan golongan sayur mayur, buah-buahan, juga bunga-bungaan semuanya berkesempatan untuk dapat tumbuh dengan baik. Mereka dapat berkembang dan menampakkan hasil atau pun keindahan. Sayangnya, seluruh hal tersebut hanyalah bersifat sementara.
Tanah yang subur juga tanaman yang tumbuh indah seiring berjalannya waktu akan layu, kering, dan secara perlahan akan terbang terbawa angin. Hal ini menandakan bahwa apa pun bentuk keindahan atau manfaat yang dihasilkan tanah tidak akan kekal. Seperti itulah sejatinya kehidupan dunia. Siapa saja yang hidup di sana akan melalui beragam proses kehidupan mulai dari lahir, bertumbuh, berkembang, hingga layu dan lenyap. Tak ada hal yang dapat dipertahankan kecuali perkara-perkara yang dapat mendatangkan manfaat untuk kehidupan akhirat kita.
Bukan tanpa sebab, pasalnya kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk dapat memelihara diri agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memburu pahala begitu saja. Kehidupan dunia kita harus diisi dengan senantiasa menebar manfaat. Mulai dari diri kita, harta, hingga ilmu yang dimiliki hendaknya harus mendatangkan manfaat agar mampu menjadi sebab turunnya pahala bagi diri kita. Langkah tersebut juga sejatinya menjadi tanda bahwa kita mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga dengan selalu bersyukur akan bertambah kesempatan bagi kita untuk selalu menebarkan kebaikan.