Kabar burung tentang terjadinya hari Kiamat akhir-akhir ini mungkin saja tidak perlu kita percaya. Bukan tanpa alasan, pasalnya datangnya hari Kiamat sejatinya murni hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang mengetahuinya. Meski telah dapat kita saksikan betapa banyak peristiwa yang mungkin berkaitan dengan tanda-tanda dekatnya hari akhir, tetap saja kita tidak boleh mendahului kekuasaan Allah. Hal ini bahkan dapat memperburuk keadaan apa bila kita menjadi pribadi yang mudah takut dan cemas akibat berita hoax perikah Kiamat yang bahkan tidak ada yang mampu mempertangggung-jawabkannya.
Meski pun demikian, satu hal yang wajib kita yakini adalah bahwa Kiamat pasti terjadi. Oleh karena itu, tugas kita yang utama hanyalah sebaik mungkin mempersiapkan diri dan keluarga agar dapat jauh dari fitnah. Bukan tanpa sebab, pasalnya saat menuju akhir zaman nanti tiada satu pun hal yang dapat kita bawa di dunia melainkan hanyalah tebaran fitnah dan cobaan. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang berbunyi sebagai berikut ini,
“Tidaklah akan tersisa dari dunia ini melainkan cobaan dan fitnah.” (HR. Ibnu Majah)
Hadist di atas menjelaskan tentang pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya tentang kondisi akhir zaman. Beliau menyampaikan bahwa kelak saat hari akhir tiba, tidak ada satu pun kebaikan di dunia yang tersisa. Jabatan, harta, tahta, kekayaan, dan segala hal yang membutakan manusia sudah punah dan hilang tanpa jejak. Yang tersisa di dunia saat hari akhir tiba hanyalah cobaan dan fitnah semata. Biasanya ke dua hal tersebut akan menjumpai manusia yang semasa hidupnya di dunia lalai dan enggan mengakui keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka hanya peduli pada harta benda yang berkaitan dengan dunia saja.
Terkait hal ini, umat Islam dianjurkan agar dapat mempersiapkan diri sebelum saat tersebut datang. Dunia hanyalah tempat bagi kita untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan abadi di akhirat. Maka dari itu, di antara banyak hal yang dapat kita lakukan fokuskan terlebih dahulu diri kita pada upaya menjalani perintah Allah sekaligus menjauhi larangan-Nya. Jika hal ini sudah mampu kita lakukan, niscaya perbuatan-perbuatan amal lainnya akan sangat mudah kita penuhi dan lengkapi. Dengan bermodalkan cara tersebut, Insya Allah kita pun dapat terselamatkan dari siksaan di hari akhir.