Larangan Memelihara Sikap Keras Kepala

Perbedaan pendapat menjadi salah satu hal yang sering kita jumpai kala menjalani hubungan dengan orang lain. Bagaimana tidak? Latar belakang, sifat, dan kebiasaan hidup yang berbeda sejatinya merupakan sebab-sebab utama dari hal tersebut. Namun, ada baiknya jika kita memiliki kemampuan untuk dapat mengendalikan diri. Tujuannya tentu saja agar perbedaan pendapat tidak menjadi alasan yang mampu memunculkan perselisihan.

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk dapat menghindari diri dari sifat keras kepala. Bukan tanpa alasan, pasalnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci orang – orang yang mempertahankan sifat keras kepala dalam diri mereka. Hal ini sebagaimana diketahui dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang yang paling Allah benci adalah orang yang keras kepala lagi suka bermusuhan.” (HR. Muslim no. 2668)

Hadist di atas menjelaskan tentang kebencian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang – orang yang amat keras kepala. Keras kepala sendiri adalah sikap di mana seseorang sulit menerima pandangan orang lain. Sikap ini kerap timbul saat mereka tengah melakukan komunikasi dengan orang lain namun sering kali menolak atau tidak mau mengakui kebenaran. Orang – orang yang keras kepala tidak mau menerima nasihat karena merasa bahwa dirinyalah yang paling benar.

Mereka cepat sekali tersulut amarah dan tidak mau menerima masukan dari orang lain. Orang – orang yang memelihara sifat ini sungguh amat merugi. Bukan tanpa sebab, pasalnya mereka akan lebih sering menjadi pihak pertama yang memulai permusuhan. Tentu saja, hal tersebut sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap perbuatan yang merugikan orang lain sudah pasti tidak disenangi oleh Allah. Maka dari itu, umat Islam sebaiknya tidak memelihara sikap ini karena akan menjauhkan diri kita dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.