Demi memeroleh kehidupan akhirat yang menenteramkan, umat Islam dianjurkan untuk bisa menjaya ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketakwaan sendiri adalah upaya untuk dapat senantiasa melaksanakan perintah Allah Ta’ala sekaligus menjauhi larangan-Nya. Sayangnya, begitu banyak umat Islam yang berusaha keras dalam menjalankan kewajiban namun lupa menghindari larangan yang telah ditetapkan.
Salah satu larangan Allah yang kerap terlupakan adalah menyakiti hati orang lain dengan atau tanpa sengaja. Di antara banyak sebab timbulnya sakit hati yang paling sering terjadi adalah pembiaran dari peluang terbukanya aib orang lain. Tepat sekali, rasa sakit hati yang dialami orang lain ini dapat menjadi sebab dari buruknya nasib kita di akhirat kelak. Terkait hal tersebut, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.” (HR. At Tirmidzi no. 1931)
Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu keutamaan menjaga rahasia atau aib orang lain. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat dan umatnya menyampaikan bahwa orang-orang yang berupaya untuk melindungi aib orang lain kelak akan terlindungi pula tubuh dan wajahnya dari panasnya api neraka di hari Kiamat. Bagaimana tidak? Aib adalah keburukan dari diri seseorang yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
Dapat dipastikan bahwa hampir semua orang menutupi kekurangan dan keburukan mereka. Tentu, hal ini sangat alami terjadi karena tidak ada satu pun orang yang senang dipandang buruk. Namun, tentu saja merupakan ujian bagi diri kita ketika kita menjadi pihak yang mengetahui aib atau rahasia orang lain. Atas berbagai alasan, mungkin ada beberapa orang yang memilih menyebarkan kabar buruk tersebut.
Namun, percayalah Allah Maha Mengetahui dan akan membalas setiap perbuatan sesuai niat hamba-Nya. Maka dari itu, kita dilarang keras untuk menyebarkan keburukan seseorang pada orang lain. Bahkan jika kita berusaha melakukannya dan menjaga rahasia tersebut, kelak Allah akan melindungi diri kita dari azab-Nya yang paling pedih di akhirat. Semoga kita jauh dari fitnah dan kebiasaan menggibahi sesama.