Mencari nafkah untuk sebagian orang mungkin saja bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Bukan tanpa sebab, keterbatasan kemampuan sering kali menjadi alasan yang kerap melatar-belakangi hal tersebut. Entah dikarenakan keterbatasan fisik atau peluang, upaya mencari nafkah menjadi sulit dipenuhi. Meski pun demikian, hendaknya umat Islam jangan berkecil hati dalam memenuhi kebutuhan. Sejatinya, setiap upaya yang dilakukan hanya untuk mengharap reda Allah Subhanahu wa Ta’ala semata akan mendapatkan balasan.
Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keredaan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari)
Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan berinfak melalui aktifitas mencari nafkah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya menyampaikan bahwa terdapat kebaikan yang amat indah dari kerelaan seseorang dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Terkait hal ini, beliau memberikan gambaran indah yang mewakili keutamaan mencari nafkah. Ya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa nafkah apa saja yang diberikan seseorang kepada keluarganya meski sedikit kelak akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Meski pun nafkah tersebut hanyalah berupa sesuap nasi yang diberikan seorang suami kepada istrinya, Allah tetap akan memberikan pahala. Hanya saja, perlu diketahui hendaknya nafkah yang diberi harus dicari dengan jalan yang halal dan hanya dilakukan semata-mata untuk mendapatkan reda Allah saja. Maka, Allah Ta’ala tidak akan memedulikan besar kecilnya bentuk pemberian seseorang kepada keluarga dan kerabat dekatnya selama seseorang tersebut ikhlas melakukannya, Allah akan selalu menurunkan pahala bagi hamba-Nya.