Ilmu yang bermanfaat merupakan satu di antara tiga perkara yang mampu mendatangkan pahala berkepanjangan. Bukan tanpa alasan, pasalnya melalui ilmu kita dapat membantu seseorang untuk bisa membedakan hal yang benar dan juga hal yang salah. Tak hanya itu, dengan berbagi ilmu kita pun berkesempatan untuk menolong sesama mendapatkan kehidupan yang lebih tenteram.
Maka dari itu, Islam sangat menjunjung tinggi keberadaan ilmu yang bermanfaat. Bahkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu sekaligus menghargai orang-orang yang berkenan membagikan ilmunya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda sebagai berikut,
“Muliakanlah orang yang telah memberikan pelajaran kepadamu.” (HR. Abu Hasan Al-Mawardi)
Hadist di atas menjelaskan tentang pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya untuk senantiasa memuliakan orang yang berkenan berbagi ilmu kepada kita. Ilmu atau pelajaran sejatinya tidak bisa didapatkan dengan mudah. Diperlukan orang yang berpengalaman untuk bisa menjelaskan tentang ilmu tersebut sehingga kita pun mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, tak semua orang berkenan untuk meluangkan waktu untuk berbagi ilmunya kepada kita. Seseorang yang sangat pintar pun belum tentu mau melakukannya. Hanya orang-orang berpengalaman saja yang telah merasakan manfaat dari ilmu tersebut dan ingin menyebarluaskannya agar orang lain memeroleh manfaat serupa dengannya. Oleh karena itu, kita harus memuliakan mereka.
Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk memuliakan guru atau orang berpengalaman adalah dengan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Mengunjungi mereka secara berkala dengan membawa sedikit buah tangan adalah perkara utama yang amat dianjurkan. Semoga dengan langkah tersebut, baik pemberi atau penerima ilmu bisa sama-sama memeroleh pahala.