Waspada, Ini yang Akan Terjadi Jika Kita Gemar Menumpuk Dosa

Melakukan sebuah kesalahan dalam hidup kita mungkin saja wajar dan sangat alami terjadi. Bukan tanpa sebab, pasalnya manusia tempatnya khilaf. Akibat kekhilafan, kita bisa saja tanpa sengaja melakukan kesalahan yang tak diinginkan. Namun, berbeda dengan yang lainnya umat Islam harus dapat selalu memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak menjerumuskan dirinya pada perbuatan dosa. Bagaimana tidak? Dosa adalah sebab utama mengapa hati seseorang dipenuhi dengan noda yang bahkan akan sangat sulit dihilangkan.

Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Sesiapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertobat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. Jika dia tidak bertobat maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.” (HR. Ibnu Majah)

Hadist di atas menjelaskan tentang kerugian melakukan perbuatan dosa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya beliau menyampaikan bahwa dosa adalah alasan dari gelapnya hati seseorang. Bagaimana tidak? Mereka yang melakukan satu dosa kelak di hatinya akan tumbuh pula titik hitam. Jika ia berusaha untuk memperbaiki kesalahan dengan meninggalkan hal yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus bertobat, maka titik hitam itu akan terkikis dan lama kelamaan akan hilang.

Sebaliknya, jika seseorang enggan mengakui kesalahan dan bertobat maka titik hitam tersebut akan menetap di hatinya. Tak tanggung-tanggung, titik hitam yang awalnya sekedar noda saja lama kelamaan semakin meluas dan memenuhi seluruh hatinya. Jika keadaan hati seseorang sudah seperti ini maka hidup dan masa depannya akan terjebak dalam kegelapan. Kesombongan hati untuk bertobat membuat hidupnya pun kian kelam dan jauh dari berkah juga rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah hal yang akan terjadi jika kita tidak bisa mengolah hati terhadap perbuatan dosa.