Umat Islam sering kali dianjurkan untuk dapat saling menolong satu sama lain. Hal ini termasuk dalam salah satu upaya untuk menjaga serta memelihara hubungan antar sesama. Pertolongan yang dapat dilakukan pun sangat beraneka ragam. Ada yang memanfaatkan tenaga, meluangkan waktu, dan juga berbagi saran kepada orang lain yang membutuhkan. Namun, perlu diketahui bahwa pertolongan yang sebenarnya adalah hal yang dilakukan untuk menjaga harga diri sesama.
Upaya yang kita lakukan untuk dapat menjaga harga diri sesama umat Islam termasuk ke dalam perkara kebajikan. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sedekah (yang kita keluarkan).” (HR. Ath-Thabrani)
Hadist di atas menjelaskan tentang perkara-perkara yang termasuk dalam peninggalan kebajikan. Peninggalan kebajikan yang dimaksud adalah apa bila kita dapat menjaga amanah yang dititipkan sesama, maka amanah tersebut dapat mendatangkan pahala kebaikan bagi kita. Yang pertama, hendaknya umat Islam harus dapat merahasiakan keluhan baik yang datang dari diri sendiri atau pun orang lain. Keluhan adalah salah satu bentuk respon negatif seseorang terhadap hal yang tengah dialaminya.
Segala hal yang berbau negatif tentu saja dapat mendatangkan fitnah. Maka dari itu, kita dianjurkan untuk dapat merahasiakan hal yang kita rasakan, terutama jika ada orang lain yang menceritakan keluhannya kepada kita. Yang kedua, umat Islam juga dianjurkan untuk dapat merahasiakan musibah. Apa pun bentuk musibah tersebut, baik yang berkaitan dengan kesehatan, keuangan, juga keluarga hendaknya dapat kita tutupi sebaik mungkin. Cukup serupa dengan keluhan, musibah yang terdengar oleh orang lain juga dapat mendatangkan peluang fitnah.
Sementara yang terakhir dan tak kalah penting, kita juga dianjurkan untuk dapat sebisa mungkin menutup rapat setiap kebaikan yang kita lakukan. Kebaikan apa pun hendaknya dilakukan hanya untuk mendapatkan ridha dan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Sedekah atau kebaikan yang diketahui orang lain mungkin saja dapat memberikan motivasi kebaikan. Namun, manusia tetaplah manusia. Tidak ada yang dapat mengontrol cara berpikir orang lain, termasuk diri kita sendiri. Maka dari itu, alangkah baiknya jika sedekah pun dapat kita rahasiakan agar bisa menjadi peninggalan kebaikan.