Dunia memang sejatinya merupakan pusat dari seluruh bentuk kesenangan. Begitu menggiurkannya nikmat yang tersaji hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menggambarkan dunia sebagai sebagai Surga bagi orang kafir. Sementara bagi kalangan Mukmin, dunia merupakan penjara. Segala kesenangan tersebut sejatinya bukanlah untuk dinikmati melainkan bentuk ujian yang harus dapat dilewati. Maka dari itu, kalangan Mukmin wajib memastikan bahwa kehidupannya harus selalu mendatangkan manfaat, termasuk juga harta benda yang ia miliki.
Dari Abu Barzah Al Aslami ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda,
“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (Sunan Tirmidzi 2341)
Hadist di atas menjelaskan tentang empat hal yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari Kiamat. Yang pertama, Allah akan menanyai umat manusia tentang manfaat apa yang diperoleh dari umur yang dihabiskannya. Hal ini merupakan pertanggung jawaban dari kesempatan hidup di dunia tang diberikan Allah kepada manusia. Umat Islam dianjurkan untuk dapat memanfaatkannya sebaik mungkin terutama dalam beribadah. Tak hanya itu, Allah Ta’ala juga akan menanyai cara umat manusia mengamalkan ilmu yang dimilikinya.
Ilmu haruslah memberikan manfaat dengan senantiasa menyebarkannya pada sesama. Dengan begitu kita berkesempatan untuk mendapatkan pahala berkepanjangan. Hal ketiga yang juga akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah cara mendapatkan harta dan bagaimana kita menghabiskannya. Terkait hal ini, umat Islam harus memastikan bahwa dalam memeroleh harta haruslah memanfaatkan cara yang halal. Bahkan, kita juga wajib memastikan bahwa harta yang diperoleh dihabiskan untuk perkara yang ada di jalan Allah.
Salah satu cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan memenuhi nafkah diri sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungan. Jika setelah itu masih ada kelebihan, sangat dianjurkan untuk diinfakkan. Yang terakhir dan tak kalah penting, Allah juga akan menanyai fungsi dari tubuh kita. Umat Islam dianjurkan untuk dapat merawat tubuh dengan baik. Tujuan dari hal ini adalah untuk mempermudah diri kita dalam upaya memperkaya amalan saleh. Melalui beragam amalan saleh yang kita kerjakan diharapkan terdapat pahala yang bisa kita peroleh dari nikmat tubuh yang sehat secara fisik dan juga mental.