3 Hal yang Dapat Menimbulkan Kebencian Allah pada Kita

Menjadi hamba yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk sebagian besar umat Islam mungkin merupakan hal yang sukar dicapai. Bagaimana tidak? Dibutuhkan tekad yang kuat untuk melakukan hijrah dengan meninggalkan segala kenikmatan dunia yang kerap kali menggoda iman. Kecanggihan teknologi saat ini juga membuat kita semakin mudah mendapatkan segala hal. Tidak jarang, seseorang menjadi jauh dan lupa terhadap kewajibannya kepada Allah akibat begitu dalam terlena dengan kehidupan di dunia.

Meski pun demikian, jangan sampai niat kita untuk menjadi lebih baik pudar begitu saja. Walau sulit menjadi hamba yang dicintai Allah, namun kita bisa secara perlahan menghindari kebencian Allah terhadap diri kita dengan berhenti melakukan hal-hal yang mampu menimbulkan dosa. Setidaknya, ada tiga hal yang harus kita hindari untuk meredam kebencian Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap diri kita yang mungkin sudah terlampau banyak dosa. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“….Allah juga membenci orang yang banyak bicara, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya berpesan bahwa terdapat tiga hal yang mampu memunculkan kebencian Allah terhadap diri kita. Yang pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci orang yang banyak bicara. Kebiasaan banyak bicara dapat mendatangkan dosa. Bagaimana tidak? Saat seseorang tidak mampu mengontrol kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain, maka terdapat peluang untuk mengubah arah pembicaraan menjadi ghibah.

Ghibah adalah satu di antara banyak sumber dosa. Dengan membuka kesempatan berghibah berarti kita sedang menyambut dosa. Tak hanya itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga membenci hamba-Nya yang banyak pertanyaan. Cukup serupa dengan ghibah, bangak pertanyaan dapat membuat hati orang lain terluka. Ya, hal ini terjadi karena pertanyaan yang dilontarkan tidak berbobot atau bahkan tidak memiliki manfaat sama sekali. Kadang kala, pertanyaan yang diutarakan hanya bertujuan untuk mencari tahu kehidupan orang lain saja. Hal seperti ini amat dibenci oleh Allah Ta’ala.

Yang terakhir dan tak kalah penting, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga membenci orang yang tak pandai memanfaatkan harta dengan baik. Harta sejatinya adalah titipan Allah. Tujuan dititipkannya harta kepada kita adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sekaligus menebarkan manfaat kepada orang lain. Harta yang disia-siakan terutama yang dipergunakan hanya untuk berfoya-foya saja sangat dibenci oleh Allah Ta’ala. Bukan tanpa alasan, hal ini merupakan tanda bahwa kita tidak mampu mensyukuri nikmat dan pemberian Allah. Itulah alasan mengapa Allah Ta’ala membenci orang yang menyia-nyiakan harta.