Memiliki akhir yang bahagia di Surga merupakan impian setiap umat Islam. Bagaimana tidak? Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat bagi seluruh umat manusia. Namun, tentu saja tidak semua orang bisa masuk dengan mudah ke kehidupan kekal yang membahagiakan tersebut. Ada golongan orang yang tentunya akan kesulitan untuk menginjakkan kaki di Surga-Nya. Bukan tanpa alasan, pasalnya golongan tersebut dianggap sebagai jenis manusia yang paling buruk kedudukannya di hari Kiamat.
Hal ini sebagaimana diketahui dari Aisyah radliyallahu ‘anha ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda,
“Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang dihindari oleh manusia karena takut kejelekannya.” (HR Muslim, hadits no 4693)
Akhirat adalah tempat terakhir bagi seluruh umat manusia. Kita semua akan hidup kekal selama-lamanya di sana. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk dapat membekali diri agar bisa menjadi bagian dari golongan orang-orang yang menerima kehidupan akhir yang membahagiakan. Namun, hal ini tidak menjadi hak dari orang-orang yang kedudukannya tergolong buruk di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ya, di akhirat kelak setiap orang akan memiliki kedudukan masing-masing. Namun, ada beberapa golongan kedudukannya paling buruk.
Salah satu di antaranya adalah mereka yang semasa hidup di dunia dihindari oleh manusia lainnya karena sikapnya yang buruk. Sejatinya, memang tidak ada manusia yang sempurna. Setiap di antara kita memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, tentu saja kita semua juga pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan. Dua hal ini sangat wajar terjadi. Umat Islam dianjurkan untuk dapat belajar dari kesalahan. Sayangnya, jika hal ini terkait sikap buruk dan membuat orang lain takut serta menghindar maka kita termasuk dalam golongan orang yang kedudukannya paling buruk.
Terlebih lagi jika akhir zaman sudah tiba dan kehidupan akhirat dimulai, orang-orang yang dihindari akibat perilaku buruknya ini bahkan tidak akan mendapat perhatian dari Allah. Hal tersebut lantaran semasa hidup di dunia mereka tidak mengindahkan kebutuhan orang lain. Mereka sibuk menyakiti dan menimbulkan perselisihan antar sesama sehingga tidak peduli pada nasib orang lain. Golongan orang seperti ini sangat hina di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya, jika kita tidak mampu berbuat baik pada sesama hendaknya kita dapat menghindari sikap yang membuat orang lain merasa tidak nyaman.