Kehidupan duniawi memang menawarkan banyak keindahan dalam pandangan. Meski terlihat menyamankan mata, sayangnya masih banyak yang tak memahami bahwa hal ini sejatinya hanya godaan saja. Kerap kali kita menjadi mudah tergelincir dalam keburukan akibat kilau gemerlap indahnya dunia. Tidak jarang hal ini pun membuat sebagian besar di antara kita silau dan tak mampu membedakan mana yang utama. Alih-alih memeroleh pahala, seluruh tindak tanduk yang kita lakukan nyatanya menjadi sia-sia akibat salah mengatur niat. Bukannya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi tujuan utama, harapan untuk terlihat di mata dunia justru membuat kita kehilangan nasib baik di akhirat kelak. Ya, begitu sulitnya memang diri ini mengatur hati untuk ikhlas.
Meski pun demikian, bukan berarti kita tidak bisa mencoba. Berikut trik sederhana yang bisa dilakukan menurut Sahl bin Abdullah At-Tasturi rahimahullah yang pernah mengatakan,
“Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas. Ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan, kecuali hal ini. Yaitu, hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan, yang tersembunyi maupun yang tampak, semuanya dipersembahkan untuk Allah Ta’ala semata. Tidak dicampuri apa pun, apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia.” (lihat Adab Al-Alim wa Al-Muta’allim, hal. 7-8)
Ikhlas sendiri sejatinya merupakan bentuk sikap yang paling tinggi karena didasari dan disandari pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sikap ini mengandung nilai sempurna ketika tidak ada sedikit pun niat untuk memeroleh imbalan dari manusia dalam bentuk apa pun. Oleh karenanya, menerapkan konsep ikhlas dalam kehidupan kita memang cukup menantang karena tidak semudah yang diucapkan dan dipikirkan. Hal ini terjadi lantaran manusia memiliki banyak sisi kekurangan dan pada dasarnya bukanlah makhluk sempurna. Namun, tentu saja Allah Subhanahu wa Ta’ala akan sangat senang bila kita mengupayakan sikap ini meski memang sukar dilakukan. Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat upaya keras yang dilakukan semata-mata untuk menahan diri dari rasa puas atas pamrih manusia.
Namun, pada dasarnya ikhlas memang sikap yang sulit digambarkan. Tak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikannya dengan jelas. Hal inilah yang membuat Allah mampu menghadiahkan hamba-Nya balasan luar biasa saat berusaha sekuat tenaga untuk mencapai ikhlas. Tentu tidak semua orang mampu melakukannya. Meski pun demikian, umat Islam wajib untuk senantiasa mencoba. Salah satu langlah sederhana yang bisa dilakukan menanamkan niat atas segala bentuk tindakan kita baik yang diam atau pun gerak terlihat atau pun tidak semata-mata dipersembahkan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Upayakan sebaik mungkin agar niat ini tidak tercampur dengan urusan duniawi, kepentingan pribadi, atau pun demi melancarkan hawa nafsu. Upaya ini adalah sesederhananya cara yang bisa kita lakukan untuk berlatih ikhlas dalam setiap hal.