Membekali diri dengan berbagai pahala kebaikan menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan umat Islam untuk mempersiapkan masa depan di akhirat. Selain dengan senantiasa menunaikan kewajiban, memperbanyak amal saleh termasuk dalam salah satu upaya yang terbilang utama agar kita bisa mewujudkan kehidupan kekal dan bahagia kelak. Meski pun demikian, kadang kala akibat keadaan yang terbatas ada beberapa golongan yang belum mampu melakukannya dengan maksimal. Terutama jika kondisi kita tidak memungkinkan secara materi , niat untuk melakukan kebaikan bisa saja tertunda tiba-tiba. Lantas, apakah hal ini pantas menjadi penghalang utama dalam memperkaya amalan?
Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata:
“Siapa yang tidak mampu menyenangkan orang lain dengan harta, makanan, dan minuman yang dia miliki, hendaklah dia menyenangkan mereka dengan wajah yang ceria dan akhlak yang mulia.” (Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 389)
Di antara banyak hal yang mampu mendatangkan pahala, menciptakan senyum di wajah sesama adalah salah satunya. Senyum hadir ketika seseorang merasa senang dan bahagia. Namun, apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkannya jika kita saja tak memiliki harta, makanan, atau pun minuman untuk disuguhkan? Jangan khawatir, sejatinya Allah Subhanahu wa Ta’ala menilai niat yang tertanam dalam hati kita bukan hal apa yang kita lakukan untuk mewujudkannya. Ya, perasaan senang sejatinya dapat hadir melalui beragam hal. Bahkan tidak semua orang membutuhkan materi untuk mendapatkannya. Ada yang justru membutuhkan saran, dukungan, hingga bantuan secara nyata.
Dibanding materi, tentu saja hal-hal tersebut menawarkan manfaat yang lebih utama. Namun, kadang kala tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama. Ada pula di antara kita yang lebih membutuhkan kebersamaan dan kehangatan hubungan. Oleh karena itu, wajah yang ceria dan akhlak yang mulia terhadap orang lain menjadi salah satu cara yang bisa kita manfaatkan untuk mendatangkan kesenangan pada sesama. Hal ini tentu saja merupakan bagian dari bentuk amal saleh yang mampu mendatangkan pahala bagi diri kita. Semoga dengan memahami hal ini, kita tidak lagi berpikir sempit saat akan melakukan amal saleh meski tidak memanfaatkan harta.