Tips Melepas Sifat Kikir Secara Perlahan

Manusia sejatinya merupakan makhluk hidup yang memiliki jiwa sosial. Sifat alami tersebut tumbuh seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Tidak jarang, semakin banyak umur yang kita lewati maka jiwa sosial kita pun semakin besar. Tak sekedar peduli, hal tersebut bahkan membuat kita mulai senang mendatangkan rasa bahagia pada hati orang lain. Bahkan, beberapa di antara orang memiliki kebiasaan yang gemar berbagi pada orang lain.

Tentu, segala hal tersebut sangat manusiawi. Namun, dalam beberapa kesempatan banyak pula kita menemukan orang-orang yang masih betah dengan kebakhilannya. Di antara banyak sifat bakhil, kikir termasuk dalam perbuatan yang amat merugikan. Tak hanya merugikan diri sendiri, kekikiran juga dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman terhadap diri kita. Lantas, hal apa yang bisa kita lakukan agar sifat ini tak menetap dalam diri?

Sebagaimana diketahui dari Ibnu Umar yang berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda,

Nadzar itu tidak dapat mempercepat datangnya sesuatu dan tidak pula melambatkannya, hanyasanya ia untuk mengeluarkan sesuatu dari orang bakhil.” (HR. Muslim)

Hadist di atas menjelaskan tentang salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sifat kikir secara perlahan dari dalam hati kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa nadzar dapat menjadi cara yang bisa dilakukan oleh orang-orang kikir untuk menghilangkan sifat buruk tersebut secara perlahan. Nadzar sendiri sejatinya merupakan cara yang diyakini mampu mempercepat atau memperlambat datangnya hal yang diharapkan atau sebaliknya.

Tak hanya itu, nadzar juga dianggap sebagai perjanjian hamba terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memohon sesuatu. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sejatinya nadzar tidak memiliki dampak signifikan terhadap hal yang telah ditetapkan Allah. Sebaliknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa hal tersebut adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh orang-orang kikir untuk bertobat meninggalkan sifat bakhilnya.

Seseorang yang tahu dirinya bakhil seolah dipaksa untuk mengeluarkan sejumlah harta sebagai perjanjiannya kepada Allah Ta’ala tatkala harapannya tercapai. Bukan tanpa sebab, pasalnya orang kikir tidak akan mau berbagi miliknya kecuali hal tersebut menguntungkan bagi dirinya. Maka dari itu, agar dapat keluar dari sifat buruk ini Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk bernadzar. Hal tersebut menjadi sebaik-baiknya cara yang bisa dilakukan.