Tak Sekedar Tunaikan Kewajiban, Berpuasa Juga Mampu Datangkan Manfaat Kesehatan

Memasuki sepuluh hari kedua di bulan Ramadhan, umat Islam tentu sudah semakin terbiasa melaksanakan ibadah puasa. Jika di awal bulan suci ada beberapa diantara kita yang merasa cukup kesulitan untuk melaksanakannya, kini kewajiban tersebut justru terasa semakin nikmat dijalankan. Bagaimana tidak? Ibadah puasa yang dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diyakini mampu membawa kebaikan bagi diri kita terutama dalam segi kesehatan. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan hikmah dari puasa itu sendiri.

Bukan tanpa sebab, pasalnya segala perintah yang turunnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dipastikan bahwa terdapat kebaikan bagi siapa saja yang menjalankannya seperti diketahui melalui di bawah ini,

Dengan sedikit makan, anggota pencernaan dapat istirahat, cairan-cairan dan kotoran yang membahayakan dapat keluar dan hilang. Semua ini adalah hikmah dan keutamaan dari Allah. Tidak ada satupun perintah Allah kecuali di dalamnya terdapat kebaikan bagi para hamba-Nya.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 28/8)

Ibadah puasa di bulan Ramadhan dalam ajaran agama Islam sejatinya memang memiliki hukum wajib. Siapa saja yang telah memasuki usia baligh atau dewasa berkewajiban menjalankannya. Jika meninggalkan ibadah ini, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencatatnya sebagai suatu kelalaian yang menimbulkan dosa. Namun, tentu saja terdapat kebaikan yang bisa diperoleh dari perintah menunaikan ibadah puasa ini. Ketika seseorang berpuasa atau makan sedikit, maka anggota-anggota pencernaan dapat memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Hal tersebut membantu cairan dan kotoran yang membahayakan keluar dan hilang, begitu menurut keterangan yang tertulis dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 28/8. Sementara, dari segi medis seperti dilansir melalui Halodoc puasa menawarkan beberapa manfaat baik untuk kesehatan tubuh kita. Salah satu diantaranya adalah memperbaiki fungsi otak. Hal ini dapat terjadi lantaran timbulnya rasa lapar dan haus selama berpuasa dapat memicu pertumbuhan sel saraf baru di otak. Sementara, jika kita berpuasa sebulan penuh dapat membentuk rute jaringan baru di otak dapat membantu perkembangan biologis, psikologis, dan fungsional.

Tak hanya itu, puasa yang dilakukan setidaknya selama tiga hari atau lebih dapat memicu proses regenerasi sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh. Puasa juga dapat memicu sel-sel induk untuk memproduksi sel darah putih baru sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh kala melawan infeksi. Di sisi mental, puasa juga diyakini dapat meningkatkan rasa bahagia karena setelah berpuasa beberapa hari tubuh akan memproduksi lebih banyak endorfin yang berperan dalam mengurangi rasa sakit serta memicu perasaan senang, tenang, dan bahagia. Itulah beberapa manfaat puasa yang nyata bagi kesehatan tubuh kita.