Sebab Su’ul Khatimah, Akhir Hidup yang Buruk bagi Manusia

Mengingat mati adalah satu di antara banyak hal yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Bukan tanpa alasan, pasalnya dengan senantiasa melakukan hal tersebut dapat membantu kita untuk menyadari betapa sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia. Oleh karena itu, sangat patut bagi umat Islam agar dapat memanfaatkan setiap kesempatan baik untuk melakukan berbagai perkara yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan begitu, kita sejatinya tengah dalam upaya untuk meraih kematian yang baik yakni husnul khatimah. Sebaliknya, kematian yang buruk sering kali terjadi akibat banyaknya perbuatan dosa yang dilakukan di dunia tanpa pernah berusaha bertobat.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Jika engkau melihat keadaan banyak manusia yang sedang menghadapi sakaratul maut, kadang engkau mendapati mereka terhalangi meraih husnul khatimah. Hal tersebut adalah hukuman bagi mereka atas perbuatan buruk yang mereka lakukan.” (Adda’ Waddawa, hal. 386)

Memimpikan husnul khatimah sudah tentu menjadi bagian dari keseharian umat Islam. Bukan tanpa alasan, pasalnya akhir yang baik tersebut menandakan adanya keimanan yang tertanam mumpuni dalam diri seorang Mukmin. Namun, jangan pernah berharap Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan husnul khatimah tanpa kita pernah berusaha untuk meraihnya. Selain ibadah, kematian yang baik juga dapat diraih dengan memperbanyak sedekah. Apa itu sedekah? Aktivitas amal ini berkaitan erat dengan berbagai perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan hanya untuk menggapai ridha Allah Ta’ala saja.

Sebaliknya, kematian yang buruk atau su’ul khatimah sejatinya merupakan hukuman bagi seseorang yang selama hidup di dunia hanya menghabiskan waktu untuk berbuat dosa dan maksiat. Begitu senangnya memperkaya diri dengan perbuatan buruk hingga mereka lupa untuk bertobat. Tobat sendiri dimaksudkan untuk menyadari setiap kesalahan dan bertekad agar tidak terjerumus kembali pada perbuatan buruk yang dilakukan. Orang-orang yang akhir hidupnya buruk biasanya tidak memiliki niat atau keinginan untuk bertobat. Itulah mengapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjatuhkan hukuman berupa kematian yang buruk yang sesuai dengan kebiasaan hidupnya di dunia.

Naudzubillah min zalik, semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang berakhir buruk.