Berbicara tentang nikmat tentu kita sering mengaitkannya dengan berbagai hal yang berbau materi dan kesenangan duniawi. Bagaimana tidak? Tentu tak dapat dipungkiri bahwa seseorang akan merasa sangat bersyukur ketika hidupnya dipenuhi dengan berbagai kemudahan. Baik yang bersifat material, esensial, hingga sosial segalanya mampu memberikan kenyamanan bagi perasaan. Sayangnya, akibat terlalu terbawa suasana banyak di antara manusia yang merasa tidak puas dan justru mencari kesenangan lainnya. Hal ini membuat sebagian besar di antara kita lupa mensyukuri nikmat yang paling penting. Hal ini sebagaimana Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah pernah berkata:
“Termasuk nikmat Allah yang terbesar kepada seorang hamba mukmin adalah memberinya taufik untuk bersahabat dengan orang-orang yang baik. Dan termasuk hukuman-Nya terhadap hamba-Nya adalah dengan menimpakan musibah kepadanya berupa pertemanan dengan orang-orang yang buruk kelakuannya.” (Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 140)
Nikmat adalah sumber kebahagiaan bagi manusia. Terdapat berbagai macam jenis nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan pada kita. Nikmat iman, sehat, hati yang tenteram, kebutuhan yang tercukupi, hingga penghargaan terhadap diri merupakan beberapa di antaranya. Semua hal tersebut tentu saja mampu mendatangkan rasa bahagia dalam hati manusia. Namun, sering kali seseorang lupa bahwa sejatinya hubungan kita dengan sesama nyatanya juga bagian dari nikmat yang cukup besar nilainya. Tepat sekali, hubungan yang terjalin lancar dengan orang-orang saleh termasuk dalam jenis nikmat yang patut disyukuri oleh umat Islam.
Bukan tanpa sebab, pasalnya ada banyak keutamaan yang bisa kita dapatkan dari hubungan baik bersama orang saleh. Salah satunya adalah dapat menumbuhkan semangat dan motivasi untuk senantiasa beramal baik. Tak hanya itu, orang-orang saleh juga biasanya saling mendoakan satu sama lain dalam kebaikan. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan kembali mempersatukan hamba-Nya yang saling mencintai karena-Nya di akhirat kelak. Hal ini menandakan bahwa bersahabat dengan orang-orang saleh jelas merupakan hal yang patut disyukuri karena termasuk dalam nikmat yang besar khususnya bagi umat Islam.
Sebaliknya, hubungan yang terjalin baik dengan orang-orang buruk sejatinya adalah sebuah musibah yang ditimpakan Allah kepada hamba-Nya. Bagaimana tidak? Orang-orang dengan sifat buruk sudah pasti akan membawa pengaruh terhadap kehidupan kita. Secara tidak langsung, kita akan terbiasa melihat bahkan memaklumi perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang-orang sekitar kita. Hal inilah yang menjadi sebab turunnya peluang berbuat maksiat dan tentunya mampu menghadirkan dosa. Oleh karenanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita berkawan dengan orang-orang demikian agar tidak terjerumus dalam keburukan serupa.