Jihad adalah salah satu amal kebaikan yang sangat dianjurkan pelaksanaannya bagi umat Islam. Bukan tanpa alasan, pasalnya jihad membutuhkan pengorbanan diri yang semata-mata dilakukan hanya untuk mengharap ridha Allah Ta’ala. Namun, terkini pemahaman jihad pun semakin berkembang. Mengingat kondisi dunia yang sudah berbeda dengan zaman para nabi, jihad pun dapat dilakukan dengan cara yang lebih modern sesuai dengan kesepakatan para ulama.
Salah satunya adalah dengan senantiasa memastikan kehidupan kaum dhuafa berjalan dengan baik. Terkait perkara ini, hal yang dapat kita lakukan adalah menunaikan zakat untuk membantu memakmurkan kehidupan mereka. Menunaikan zakat, terutama pada para janda dan orang miskin menawarkan pahala yang setara dengan melakukan jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (HR. Bukhari)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat dan umatnya berpesan bahwa memberikan bantuan (zakat) kepada pihak yang membutuhkan seperti janda dan orang miskin mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad di jalan Allah. Jihad adalah pekerjaan yang berat. Seseorang harus dengan rela mengorbankan diri dan hidupnya untuk kemaslahatan serta berdirinya Islam dan ajarannya. Orang yang berjihad bahkan bisa saja terpisahkan dengan keluarganya.
Begitu beratnya jihad hingga pahala yang ditawarkan pun amatlah besar. Bagi umat Islam yang ingin mendapatkan keutamaan jihad hendaknya tidak melupakan kewajiban membayar zakat. Tak hanya jihad, rutin mengeluarkan zakat juga mendatangkan pahala seperti sholat malam. Bahkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun juga menambahkan bahwa menunaikan zakat dapat memberikan keutamaan ibarat orang yang berpuasa dan tidak pernah berbuka.