Keislaman

Langkah Sederhana Agar Rejeki Berkah dan Tidak Terbatas

Kerja keras menjadi salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kesuksesan. Tidak jarang, banyak orang yang rela berkorban waktu dan tenaga demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sayangnya, sering kali hasil yang mereka dapatkan tidak mampu memenuhi hal-hal yang dibutuhkan. Bahkan, tidak jarang pula kita menemui orang-orang yang berpenghasilan namun dikejar-kejar oleh hutang. Tentu saja, hal tersebut bukanlah tujuan utama dari aktifitas mencari nafkah.

Bukan tanpa alasan, pasalnya mencari nafkah seharusnya mampu menjadi cara paling utama untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ketidak-cukupan ini disinyalir merupakan wujud dari rasa tidak puas yang sering kali menghampiri hati seseorang. Pada kenyataannya, kunci utama dari rejeki yang berkah dan melimpah sangatlah mudah. Hal ini sebagaimana diketahui dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S Ibrahim (14): 7)

Ayat di atas merupakan penjelasan tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur. Rasa syukur yang tertanam dalam hati kita memungkinkan bagi Allah untuk menambah rejeki yang diberikan oleh-Nya. Hal tersebut sejatinya mencerminkan sebuah pengakuan atas campur tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hidup kita. Ya, bersyukur kepada Allah adalah tanda bahwa kita mengakui kebesaran-Nya. Itulah mengapa sering kali rejeki yang sederhana justru dapat mencukupi segala kebutuhan.

Sebaliknya, ada pula beberapa di antara manusia yang tidak mampu mencukupi kebutuhannya meski sejatinya mendapatkan penghasilan yang besar. Hal tersebut dapat terjadi lantaran dia tidak senantiasa mengakui keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kehidupannya. Allah Maha Pemberi Rejeki dan hanya Dia yang mampu melakukannya. Selama seseorang tidak mengakui kebesaran Tuhan-nya maka bukan tidak mungkin bahwa rejeki yang didapatkan tersebut hanya akan habis dengan mudah tanpa ada manfaat yang ditinggalkan.

Related Articles

Back to top button