Kehidupan duniawi sering kali menaruh seseorang dalam kondisi yang tidak dapat diperkirakan. Hal ini dapat terjadi lantaran manusia berharap sangat tinggi terhadap dunia. Tidak jarang, anggapan kita ini justru membuat kita sangat mudah tergelincir dalam kesusahan. Terutama ketika kita lupa bahwa sejatinya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi sumber dari setiap nikmat yang kita dapatkan, maka ujian tersebut akan semakin sering kita rasakan.
Sayangnya, tidak semua orang benar-benar siap menghadapi kenyataan pahit yang mungkin timbul dalam hidup mereka. Sebagian diantara kita hanya dapat menghabiskan waktu untuk memeroleh kesenangan semata tanpa mempersiapkan diri untuk kemungkinan datangnya situasi buruk. Alhasil, kesedihan yang berkepanjangan tak kunjung usai dan mulai mengganggu kehidupan kita. Lantas, apa yang seharusnya dilakukan?
Terkait hal ini, Syekh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,
“Jika sedihmu berkepanjangan, hendaklah kamu (memohon pertolongan kepada Allah) dengan bersabar dan mengerjakan shalat.”
Ada banyak alasan mengapa kesedihan menghampiri seseorang. Bahkan, sangat wajar jika terdapat fase-fase ini dalam hidup kita. Sebagian besar diantaranya terjadi lantaran timbulnya masalah yang memang merupakan bagian dari ujian kehidupan. Namun, kesedihan yang terbilang ‘sehat’ adalah yang mampu kita hadapi dengan tenang meski belum mengetahui adanya jalan untuk benar-benar keluar dari masalah tersebut.
Sebaliknya, jika kesedihan ini membuat kita terlarut begitu dalam hingga merubah cara hidup kita, maka hal tersebut perlu diperhatikan lebih lanjut. Syekh Al-Utsaimin rahimahullah terkait hal ini menyampaikan bahwa sebaiknya kita dapat kembali menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika perasaan sedih yang melanda tidak kunjung usai, memohon pertolongan kepada Allah diyakini merupakan cara yang paling tepat.
Hal ini dapat dilakukan dengan berwudhu dan shalat. Kita juga dianjurkan untuk dapat memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa sebab, pasalnya masalah datang dikarenakan dua alasan yakni tanda sayang Allah atau justru akibat perbuatan maksiat. Maka, sebaiknya bagi umat Islam untuk dapat merendahkan diri di hadapan Allah Ta’ala memohon belas kasihan juga jalan keluar. Utamakan pula untuk tetap bersabar selama menghadapi ujian. Semoga langkah ini dapat meringankan beban meski belum menemukan jalan keluar.