Keislaman

Kunci Utama Agar Tidak Mudah Terbujuk Tipu Rayu Setan

Dunia dipandang sebagai tempat sementara bagi umat manusia. Kehidupan yang sebenarnya dimulai ketika Kiamat tiba. Pada saat tersebut, seluruh manusia akan berpindah alam pada kehidupan akhirat yang terkenal kekal. Sayangnya, tak banyak yang memahami bahwa hal ini sejatinya akan terjadi tak lama lagi. Bahkan, seperti diriwayatkan oleh Aisyah radliyallahu’anha yang pernah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan tentang jarak kehidupan dunia dan akhirat yang sangat dekat ibarat waktu Ashar menuju terbenamnya matahari. Hal tersebut menandakan bahwa sejatinya kehidupan dunia yang dijalankan umat manusia akan berakhir tidak lama lagi.

Oleh karena itu, demi memaksimalkan persiapan kita menuju kehidupan akhirat alangkah baiknya jika memperkaya diri dengan beragam amal ibadah. Meski demikian, sejatinya yang dapat kita lakukan tak terbatas pada perbuatan amal semata. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan hamba-Nya untuk dapat menjaga diri sehingga tidak mudah terjerumus pada perbuatan sia-sia. Salah satu di antaranya adalah menghindari diri dari tipu daya setan. Hal ini sebagaimana tertulis di dalam al-Qur’an bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah. [QS. Lugmaan:33]

Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya untuk senantiasa bertakwa kepada-Nya. Perintah bertakwa sendiri diturunkan sebagai langkah pencegahan terhadap godaan atau tipu daya setan pada umat manusia. Bukan tanpa alasan, pasalnya godaan setan adalah penyebab utama dari terjerumusnya manusia ke dalam perbuatan-perbuatan keji yang menghasilkan dosa. Jika perbuatan keji telah menjadi bagian dari hidup seseorang maka orang tersebut akan mudah jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini terjadi lantaran tujuan setan menggoda adalah agar manusia tidak taat kepada Allah.

Tak hanya itu, selain memastikan hati untuk senantiasa bertakwa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaknya umat Islam harus yakni terhadap adanya hari Kiamat. Bukan tanpa sebab, pasalnya keyakinan tersebut adalah salah satu bentuk keyakinan kita pula pada Allah. Dengan meyakini datangnya hari akhir, umat Islam juga dapat lebih siap memperbanyak bekal menuju akhirat kelak. Hal ini dapat terjadi lantaran kita tidak lagi menganggap dunia sebagai pusat tujuan dan hidup kita. Dengan senantiasa meyakini datangnya hari Kiamat, kita juga akan terhindar dari kemungkinan terperdaya oleh gemerlap dunia karena akan sibuk mempersiapkan diri menuju kehidupan yang kekal dan abadi nanti.

Related Articles

Back to top button