Keislaman

Kewajiban Seorang Umat Ketika Rejeki Terhambat, Tetaplah Taat

Mencari rejeki di tengah pandemi memang bukanlah hal yang mudah. Pembatasan mobilitas yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat sering kali menjadi sebab mengapa diperlukan aturan-aturan baru dalam mencari lowongan pekerjaan. Hal ini akhirnya membuat kesempatan mencari nafkah jadi cukup terhambat untuk sebagian orang.

Sayangnya, tidak jarang kondisi ini menyebabkan hati menjadi sempit sehingga menganggap Allah Ta’ala menunda turunnya rejeki. Guna memaksakan kehendak agar kebutuhan hidup segera terpenuhi, godaan bermaksiat justru sering berdatangan. Terkait hal ini, lantas apa sebaiknya yang harus dilakukan oleh seorang Muslim?

Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“….Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166)

Hadist di atas menjelaskan tentang peringatan Rasulullah pada umatnya terkait perkara mencari nafkah. Rejeki yang terhambat hendaknya tidak menjadi alasan bagi seseorang melakukan hal-hal maksiat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk tetap memercayakan kehidupan mereka pada Allah Ta’ala.

Dalam mencari rejeki, seorang Muslim harus mengedepankan hal yang halal. Bahkan, diperlukan pula keyakinan dalam hati bahwa Allah satu-satunya pengatur rejeki. Maka, tetaplah berusaha, berdoa, dan taat pada Allah Ta’ala agar jalan memeroleh nafkah bisa didapatkan dengan lebih mudah. Begitulah sebaik-baiknya hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika rejeki terasa sempit dan terhambat.

Related Articles

Back to top button