Ibadah puasa di bulan Ramadhan menawarkan banyak kebaikan bagi umat Islam. Selain pahala dan keberkahan, orang-orang yang berpuasa juga berpeluang mendapatkan ampunan. Tak hanya itu, ada pula bentuk kemuliaan lain yang bisa didapatkan yakni terbebas dari panasnya api Neraka. Meskipun demikian, seluruh kebaikan tersebut tidak bisa didapatkan begitu saja tanpa adanya upaya memperkaya amalan di bulan Ramadhan. Diantara banyak jenis amalan wajib maupun sunnah, umat Islam tentu tidak pernah menyangka bahwa terdapat kebaikan dari aktivitas makan sahur.
Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadits bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (AI-Ihsaan fii Tagriibi Shahiih Ibni Hibban kitab ash-Shaum, bab as-Sahuur)
Sahur sendiri sejatinya merupakan kegiatan makan yang dilakukan pada waktu akhir malam sebelum subuh. Tak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menyantap sahur. Namun hal tersebut sangat dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat banyak kebaikan yang bisa diperoleh kaum Muslimin dan Muslimat salah satu diantaranya adalah memperkuat tubuh sehingga kesehatan dapat senantiasa terjaga selama berpuasa. Tak hanya itu, sahur juga merupakan bentuk kasih sayang Islam terhadap umatnya.
Dengan melaksanakan sahur berarti kaum Muslimin dan Muslimat telah menjalankan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itulah mengapa terdapat banyak keberkahan di dalam aktivitas ini sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala pun bersama para malaikatNya senantiasa bershalawat kepada orang-orang yang melaksanakan sahur. Begitu besarnya kebaikan yang ditawarkan oleh amalan ini, sangat patut bagi umat Islam untuk dapat menjaga kebiasaan bersahur selama bulan Ramadhan berlangsung. Perkaya pula kebaikan yang akan kita dapatkan dari aktivitas ini dengan mengamalkan doa dan istighfar tepat di sepertiga malam terakhir.