Kita tentu pernah mengalami keadaan dimana hidup sedang bahagia-bahagianya tiba-tiba datang ujian yang melanda. Ya, bagi kaum Muslimin dan Muslimat hal tersebut sejatinya merupakan bagian dari dua hal. Pertama, ujian adalah bentuk teguran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atau sebaliknya merupakan tanda kasih dan sayang-Nya kepada kita.
Sayangnya, tak banyak yang memahami makna utama dibalik datangnya musibah yang bahkan tiba-tiba. Kita semua berpikir bahwa telah terjadi kesalahan yang dilakukan atau tak sedikit pula yang merasa ada tindak tanduk orang lain yang memang memiliki niat jahat terhadap diri kita. Namun, pada dasarnya musibah sendiri dijadikan oleh Allah Ta’ala agar umat manusia kembali memohon berdoa.
Al-Imam Wahb bin Munabbih rahimahullah mengatakan,
“Musibah itu terjadi agar mendorong manusia untuk memperbanyak doa.” (Ibnu Abid Dunya dalam kitab As-Syukr no. 133)
Bagaimana tidak? Nikmat sehat dan harta berlimpah seringkali membuat manusia lupa. Kedua nikmat tersebut adalah kunci utama dari terjerumusnya kita ke dalam kekhilafan. Menganggap diri mampu melakukan berbagai hal, tak banyak yang menyadari bahwa sejatinya kita telah begitu sombong terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukannya bersyukur, keadaan mumpuni yang kita alami justru membuat kita lupa terhadap pemberi nikmat yang sebenarnya.
Itulah mengapa, Allah kerap mendatangkan musibah kepada hamba-Nya secara tiba-tiba. Tujuannya adalah semata-mata agar manusia kembali ingat kepada-Nya. Bukan tanpa sebab, pasalnya nikmat duniawi menjadi hal paling ampuh untuk menggelapkan mata manusia. Ketika keadaan berbalik terpuruk, dan saat tidak ada satu orangpun yang bisa menolong, di saat inilah sejatinya manusia kembali menggantungkan diri pada Ilahi.
Hal ini menandakan bahwa sejatinya berdoa atau memohon pertolongan Allah sebaiknya menjadi sebuah kebutuhan bagi umat manusia. Manusia memang benar-benar membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai tempat bergantung. Dalam suka dan duka, sebaiknya umat Islam harus dapat senantiasa mengingat Allah. Tujuannya adalah agar Allah Ta’ala tidak mudah meninggalkan kita begitu saja ketika musibah datang tiba-tiba.