Ketahui, Ini Kunci Sederhana Mencapai Surga yang Kerap Menantang Kesabaran

Sering kali umat Islam bersusah payah dalam mengumpulkan pahala guna mencapai Surga. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pada kenyataannya ada jalan sederhana di depan mata. Sayangnya tak semua orang mampu melakukannya karena hal ini berkaitan erat dengan keahlian dalam bersabar. Tepat sekali, ketika kita berada dalam kesulitan keuangan mungkin saja hal ini sangat mudah dilalui bahkan terbilang ringan. Bersabar dalam kondisi tersebut kemungkinan besar dapat diterapkan oleh sebagian orang. Tapi, kesabaran saat menghadapi anak kecil kerap menjadi hal yang terdengar sepele namun sulit sekali dilakukan.

Bukan tanpa alasan, perbedaan cara pandang dan kematangan kecerdasan emosional menjadi sebab dari hadirnya tantangan dalam menghadapi tingkah laku anak-anak. Bahkan, sebagian besar orang tua merasa bahwa mengasuh anak kecil adalah hal yang sangat menguras tenaga dan emosi. Namun, tak banyak yang tahu bahwa anak-anak baik yang menjadi amanah atau pun tidak sejatinya adalah salah satu jalan paling sederhana untuk menuju Surga. Hal ini sebagaimana A-Allamah lbnu Utsaimin rahimahullah pernah menyatakan,

Bersikap lembut dan kasih sayang terhadap anak-anak kecil merupakan sebab masuknya seseorang ke surga & keselamatannya dari neraka.” (Syarah Riyadhish Shalihin 539)

Anak-anak terutama yang masih berada dalam masa Golden Age adalah kelompok yang baru saja ingin mengenal dan mempelajari hal di sekitarnya. Rasa keingintahuan mereka sangat tinggi. Sering kali, anak-anak di fase usia ini tidak ingin dilarang atau diperingatkan. Mereka akan merasa terintimidasi dan menganggap bahwa orang tua tidak mampu memahami diri mereka. Memang sangat sulit untuk bisa mendapatkan hubungan yang baik dengan anak-anak berusia di bawah lima tahun. Hal ini lantaran mereka belum mampu menyampaikan perasaan dengan cara yang bisa dimengerti oleh orang dewasa.

Oleh karena itu, tingkah laku yang mereka perlihatkan justru kerap menguji kesabaran. Namun, Islam mengajarkan untuk bisa menghadapinya dengan lemah lembut dan kasih sayang. Bukan tanpa alasan, pasalnya hal tersebut dapat menjadi salah satu kunci utama yang termasuk sederhana dalam meraih Surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketentuan ini berlaku terhadap seluruh anak-anak, baik yang merupakan keturunan sendiri atau bahkan yatim kesayangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hal ini lantaran siapa saja anak-anak yang dekat dengan kehidupan kita sejatinya merupakan amanah atau titipan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya adalah hal yang seharusnya diupayakan.

Terlebih lagi jika kita mampu memberikan segala hak anak mulai dari perawatan, perlindungan, pendidikan, juga kasih sayang tentu ganjaran pahala dan Surga semakin mudah didapatkan. Namun, tentu saja hal ini tidak semudah yang diperkirakan. Perilaku anak-anak yang memang kerap menguras kesabaran para dewasa menjadi sebab utama di baliknya. Meski pun demikian, bukan berarti kita tidak mampu mengatasinya. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memahami bahwa kemampuan anak-anak dalam mengelola perasaan belum maksimal. Semoga dengan memahami hal ini dapat membuat para dewasa kembali ingat tatkala lupa dan kesabaran mulai mencapai batasnya.