Ada banyak alasan mengapa seseorang mengemukakan pendapatnya. Selain sekedar memberi saran, kadang kala pendapat juga diajukan sebagai cara untuk melindungi diri. Namun, beberapa orang juga melakukannya untuk menjaga kenyamanan situasi. Apa pun tujuannya, sejatinya siapa pun berhak menjelaskan pandangan mereka terhadap sesuatu hal. Meski pun demikian, hal ini tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa terlebih dulu melalui pemikiran yang panjang. Bukan tanpa alasan, pasalnya tidak semua pendapat bisa serta merta langsung diterima dan dilaksanakan. Bahkan tidak semua juga saran sesuai dengan yang membutuhkan.
Oleh karenanya, kita harus senantiasa menjaga perasaan orang lain ketika harus menjelaskan sesuatu hal. Bagaimana tidak? Pasalnya ucapan yang keluar dari mulut kita kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam al-Qur’an, Allah berfirman,
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50]: 18)
Tentu kita semua bertanya-tanya bagaimana bisa setiap kata yang kita keluarkan dimintai tanggung jawabnya oleh Allah Ta’ala? Bukan tanpa alasan, pasalnya ada banyak hal yang kita kemukakan dan tentu saja sangat sulit untuk diingat dan dihafalkan. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Besar. Dia memerintahkan dua malaikat yang akan setia melaksanakan perintah-Nya terutama untuk mengawasi gerak gerik juga ucapan umat manusia. Malaikat tersebut akan selalu berada di sisi kanan dan kiri kita. Salah satu di antaranya mencatat setiap perkara baik yang kita lakukan. Sementara, malaikat lainnya akan mencatat hal yang buruk. Ini berarti setiap hal yang kita lakukan akan tercatat.
Kelak, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengeluarkan semua catatan tersebut ketika manusia dibangkitkan pada hari Kiamat. Di saat itulah, seluruh manusia akan dimintai tanggung jawab atas segala hal yang dilakukannya. Tidak ada satu pun yang luput dari situasi ini. Bahkan, kita sendiri yang akan membaca catatan tersebut yang tertulis lengkap dalam sebuah kitab. Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan untuk dapat memelihara diri dari setiap perbuatan dan ucapan yang dilakukannya. Kita wajib menghindari kata dan tindakan yang mampu menyakiti orang lain agar catatan amal kita lebih berat pada perbuatan dan perkataan baik yang mengandung manfaat sekaligus pahala untuk diri kita sendiri.