Ilmu yang Bermanfaat Bak Sebidang Tanah Subur, Ketahui Maknanya

Ilmu merupakan salah satu modal utama dalam kehidupan. Bagaimana tidak? Tanpa adanya ilmu yang bermanfaat, manusia tidak akan mampu menggerakkan kehidupan dunia. Seluruh bidang kehidupan di muka bumi ini memerlukan ilmu agar dapat diterapkan dengan baik. Sayangnya, tak banyak yang paham bahwa ilmu haruslah dicari. Ilmu tak akan datang begitu saja saat kita berdiam diri. Bahkan, ilmu harus diamalkan agar dapat memberikan manfaat pada diri dan kehidupan kita. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sebagai utusan Allah Ta’ala tetap membiasakan diri untuk selalu mengamalkan ilmunya. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadist bahwasanya beliau pernah bersabda,

Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang di datangkan oleh Allah kepadaku adalah ibarat hujan yang menyirami bumi. Sebagian darinya terdapat sebidang tanah subur yang menerima siraman itu, lalu menumbuhkan rumput yang banyak dan menyimpan air, sehingga dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia; mereka minum darinya, mengairi dan menanam. Dan sebagian darinya menyirami sebidang lainnya. Hanya saja ia adalah qiïaan yang tidak dapat menyimpan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapatkan manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya sehingga dia mengetahui dan mengamalkan; dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala untuk semua itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (HR. Ibnu Hibban)

Hadist di atas menjelaskan tentang keutamaan mengamalkan ilmu yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kepada para sahabat dan umatnya beliau menyampaikan bahwa ilmu wajib dicari serta diamalkan agar bisa mendapatkan manfaatnya. Tak hanya itu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga menambahkan bahwa ilmu ibarat sebidang tanah yang subur. Untuk menjaganya tetap subur, ilmu harus disirami dengan air. Hal ini dimaksudkan bahwa ilmu harus selalu diasah yaitu dengan mengamalkannya dalam kehidupan kita. Dengan senantiasa mengasah ilmu diharapkan kehidupan kita akan selalu terarah dan berada di jalan yang tepat.

Sebaliknya, jika ada orang yang tidak mengamalkan ilmunya dengan cara yang tepat maka ilmu tersebut tak akan menghasilkan apa pun bagi dirinya. Orang-orang yang mendiamkan ilmu sama halnya dengan sebidang tanah yang tak mendapatkan perawatan dengan baik. Tanpa penyiraman, tanah tersebut tak akan subur dan tidak mampu menumbuhkan tanaman atau menyimpan cadangan air. Begitu juga dengan ilmu yang tak pernah diasah maka ilmu tersebut tidak dapat menghasilkan manfaat bagi pemiliknya. Bahkan, dikhawatirkan bahwa orang-orang yang enggan mengamalkan ilmu maka dirinya akan kesulitan dalam menjalani kehidupan yang sejatinya penuh dengan tantangan dan godaan.