Abah Dadang (60) salah satu saudara duafa lansia kita yang hidupnya membutuhkan uluran kasih dan sayang dari Sahabat DermaWAN sekalian. Bagaimana tidak? Di usianya yang telah senja, ia masih harus mengerahkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Padahal, di masa lanjut usia sudah sepatutnya seseorang beristirahat dari setiap kerja keras. Usia senja menjadi saat yang dinantikan untuk kembali pada keluarga sekaligus memanfaatkan waktu untuk beribadah pada Yang Maha Kuasa. Namun, keadaan finansial yang terbatas membuat Abah Dadang masih harus bekerja keras berjualan keliling barang dagangan seadanya.

Pada hal, dirinya sendiri hidup dalam kondisi fisik yang terbatas terutama pada bentuk kaki yang tidak sempurna. Ketika berdagang, Abah Dadang harus berjalan kaki. Selain mainan sederhana, ia juga menjajakan agar-agar dengan target anak-anak sebagai pembelinya. Namun, barang dagangan saudara duafa lanjut usia kita yang tinggal di Kampung Kolelega, RT 02/RW 09, Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat tersebut kurang menarik dipandang. Hal ini pada akhirnya membuat calon pembeli enggan memborong barang dagangannya. Penghasilan yang didapatkan Abah Dadang pun tidak seberapa.

Setelah menapaki jalan puluhan kilo meter jauhnya, ia hanya bisa mendapatkan paling banyak dua puluh ribu rupiah saja. Pendapatan tersebut tentu sangat minim dan membuat Abah Dadang hidup dalam keterbatasan karena tak mampu mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. Oleh karena itu, demi meringankan kerja keras yang dilakukan saudara duafa lansia kita ini, komunitas Wujud Aksi Nyata (WAN) mengadakan program bantuan kehidupan khusus untuk dirinya. Maka dari itu, kami mengajak Sahabat DermaWAN untuk bisa membantu berpartisipasi dalam program donasi ini. Layangkan donasi Sahabat pada laman kami di sini. Semoga apa yang kita upayakan ini dapat memberikan manfaat bagi Abah Dadang sekaligus pahala bagi kita semua.