Doa Agar Terlindungi dari Perkara Buruk serta Makna yang Terkandung di Dalamnya

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tidak semua orang bisa mendapatkan hal yang sesuai dengan keinginannya. Sering kali, harapan yang senantiasa tersimpan dalam hati dan pikiran begitu mudah hilang lantaran keadaan yang tak memungkinkan. Mungkin, kita beranggapan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala belum memperbolehkan kesenangan menghampiri diri kita.

Namun, siapa yang pernah menyangka bahwa sejatinya ada kesalahan dari diri kita sendiri yang kurang memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Bukan tanpa alasan, pasalnya bisa jadi ada hal buruk yang kerap kita lakukan dan sejatinya merupakan penghalang dari datangnya kemudahan. Oleh karenanya penting bagi kita untuk dapat senantiasa melindungi diri dari hal-hal buruk.

Terkait hal ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam semasa hidupnya diyakini sering mengamalkan doa yang bertujuan untuk menjauhkan diri beliau dari perkara buruk dunia. Sebagaimana diketahui dalam suatu hadits bahwasanya Rasulullah pernah bersabda terkait doa mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari perilaku buruk yang berbunyi sebagai berikut ini,

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu, dan penyakit.” (HR. Tirmidzi 3591)

Kepada para sahabat dan umatnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan bahwa salah satu hal yang sebaiknya dilakukan umat Islam adalah menghindari diri dari perkara buruk. Hal ini bertujuan agar kehidupan dunia yang dijalani terhindar dari malapetaka dan marabahaya. Bukan tanpa sebab, pasalnya kedua hal tersebut dapat terjadi akibat kebiasaan yang kita lakukan.

Oleh karenanya, kita harus menjaga diri dengan doa seperti yang diamalkan oleh Rasulullah. Dalam doa di atas, beliau memohon pada Allah agar dilindungi dari akhlak buruk. Akhlak adalah hal yang sangat melekat dalam diri seseorang. Jika akhlak seseorang buruk maka akan memengaruhi ruang lingkup sekitarnya yang mana dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Tak hanya itu, doa ini juga mengandung harapan agar Allah senantiasa melindungi kita dari amal buruk. Amal yang dimaksud adalah perbuatan-perbuatan yang bisa mendatangkan dosa dan maksiat. Harapan serupa juga termasuk bagi kemungkinan timbulnya hawa nafsu yang buruk seperti marah, serakah, culas, licik, egois, boros, serta perasaan lain yang setara dengan hal tersebut.

Terakhir dan tak kalah penting, doa di atas juga berisikan tentang harapan agar diri kita senantiasa terlindungi dari penyakit hati. Ada banyak jenis penyakit hati namun yang cukup membahayakan adalah timbulnya sifat ujub, riya’, iri, dan juga dengki. Segala jenis penyakit hati tersebut menjadi sebab dari banyaknya manusia terjerumus dalam kehidupan yang jauh dari rasa syukur terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.