Bicara Tanpa Berpikir Alasan Banyaknya Manusia Tersiksa di Akhirat

Memeroleh kehidupan dunia yang nyaman dan bahagia tentu merupakan harapan setiap manusia. Bukan tanpa alasan, pasalnya saat in kehidupan memang terasa tidak mudah. Begitu banyak ujian dan godaan yang bermunculan serta menjadi sebab dari sulitnya mencapai kebahagiaan. Meskipun demikian, umat Islam dianjurkan untuk tidak terpaku hanya pada perkara duniawi semata. Kebahagiaan yang sebenarnya harus dicapai adalah kehidupan di akhirat.

Oleh karena itu, banyak di antara umat Islam yang melakukan berbagai upaya demi mendapatkan kebaikan nasib di tempat yang kekal. Ibadah, sedekah, memperkaya amalan sunah dan sebagainya merupakan beberapa langkah yang banyak dilakukan. Sayangnya, hal ini sering kali tidak diimbangi dengan pemeliharaan sifat dan tindak tanduk yang tepat. Bukan tanpa sebab, pasalnya banyak orang yang tidak memeroleh kehidupan akhirat yang membahagiakan lantaran ia kerap menyakiti perasaan.

Hal ini sebagaimana diketahui dalam suatu hadits bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim)

Hadits diatas menjelaskan tentang salah satu sebab mengapa banyak di antara umat manusia yang terjerumus ke dalam Neraka meski sejatinya banyak beramal. Kepada para sahabat dan umatnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh perkataan yang dilontarkan namun tidak pernah dipikirkan terlebih dahulu dampaknya. Hal ini mungkin jarang sekali disadari oleh umat manusia tapi sering menjadi sebab dari buruknya nasib di akhirat.

Bagaimana tidak? Ucapan kita yang tidak terpelihara biasanya menjadi sebab dari rasa sakit yang timbul dalam hati orang lain. Bahkan, hal yang lebih buruk mungkin terjadi adalah dampak lain seperti hilangnya rasa percaya, rasa aman dan nyaman, hingga bisa saja menyebabkan permusuhan dan perselisihan. Hal-hal tersebut terdengar sepele namun menarik perhatian Allah Subhanahu wa Ta’ala lantaran kita menjadi penyebab dari datangnya masalah antar sesama.

Itulah mengapa umat Islam dianjurkan agar dapat memelihara ucapan. Bahkan sangat baik apabila kita mampu berpikir dahulu sebelum benar-benar melontarkan maksud dan tujuan kita. Menghindari rasa sakit hati orang lain dapat mendatangkan keberkahan bagi diri kita dibanding dengan berkata lantang mengeluarkan pendapat dalam kemarahan yang sejatinya menjadi sebab dari kehancuran hubungan. Oleh karenanya, upayakan selalu untuk berhati-hati dalam berucap dalam sehari-hari.