Berusaha Tetap Berprasangka Baik, Jalan Sederhana Memeroleh Pahala

Membina hubungan dengan manusia memiliki makna bahwa kita akan menghadapi banyak kesempatan komunikasi. Tidak jarang, melalui hal tersebut akan lahir pula banyak peluang untuk memperdalam hubungan. Entah itu berkaitan dengan bisnis, pernikahan, atau sekedar pertemanan murni semata. Segalanya bermula dari komunikasi yang baik dan lancar. Meskipun demikian, bukan berarti kedekatan ini tidak mengalami ujian.

Seringkali, akibat terlalu banyak hal yang dibagi bersama justru muncul kesempatan bagi kita untuk berburuk sangka terhadap orang lain. Terlebih lagi jika kita sempat mendengar pendapat atau pemikiran teman ngobrol, tanpa mencari tahu lebih dalam kita justru memilih untuk berprasangka buruk. Pada kenyataannya, kita masih memiliki kesempatan untuk berbaik sangka. Terkait hal ini Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

Tidak halal bagi seorang muslim saat mendengar sebuah kalimat dari saudaranya lalu dia berburuk sangka kepada saudaranya tersebut, padahal dia masih mendapatkan jalan untuk tetap berbaik sangka kepadanya.” (at-Tamhid Imam Malik 18/20)

Komunikasi adalah cara paling mudah bagi umat manusia untuk menjalin hubungan. Jika dimanfaatkan dengan baik, akan ada banyak peluang masa depan yang bisa diraih bersama. Tentunya, kita harus selalu berusaha bahwa masa depan tersebut kaya akan kebaikan. Sayangnya, hal ini tidak akan bisa tercapai jika komunikasi yang dilakukan disalahgunakan. Akibat tidak memperdalam pengetahuan, seringkali kita berburuk sangka terhadap pendapat orang.

Pada kenyataannya, kita semua memiliki kebebasan untuk mengemukakan alasan. Siapapun yang mendengar, berkewajiban untuk menghargai pendapat tersebut meski tidak sepenuhnya setuju. Sayangnya, sebagian besar diantara umat manusia lebih senang menerka-nerka dari pada mencari tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan peluang bagi manusia untuk berburuk sangka pada orang lain.

Tak banyak yang menyadari bahwa sejatinya kita masih berkesempatan untuk memeroleh pahala dari upaya berprasangka baik. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menutup peluang untuk memanjangkan pemikiran tentang perkataan apa saja yang kita terima. Yang wajib kita lakukan adalah sekedar mendengar saja tanpa perlu mendalami pemikiran tentang perkataan tersebut. Tak perlu menerka-nerka atau pun bertanya-tanya.

Hindari pula kesempatan untuk membuat hal tersebut menjadi bahan pergunjingan. Dengan berusaha menutup seluruh peluang buruk ini, diharapkan bahwa kita dapat terhindar dari kemungkinan untuk suudzon terhadap orang lain. Semoga dengan langkah ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menurunkan pahala dan kebaikan bagi hidup kita karena telah menjauhkan diri dari kesempatan menyebarkan kabar buruk terkait kehidupan orang lain.