Aturan yang Harus Diterapkan Agar Terlindungi dari Godaan dan Cobaan Hidup Duniawi

Tantangan untuk dapat bertahan hidup di dunia kini semakin besar. Bukan tanpa sebab, pasalnya kemajuan teknologi memiliki dua sisi fungsi yang berbeda. Ada yang memanfaatkannya untuk memperlihatkan transparansi. Sebaliknya, ada pula yang dipergunakan untuk menutupi masalah besar. Inilah mengapa umat manusia tidak lagi mampu dengan tepat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Hal tersebut membuat hidup semakin sulit dilakukan karena menimbulkan berbagai cobaan yang sebagian besar menguji keimanan. Dalam menghadapi kondisi ini, umat Islam tidak perlu terlalu larut dalam perkara duniawi. Hanya ada tiga cara pasti yang dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin dan Muslimat untuk tetap dapat bertahan di dunia sesuai dengan aturan syariat. Sebagaimana Ibnul Qayyim rahimahullah pernah berkata,

Siapa yang memperbaiki batinnya, pasti Allah perbaiki lahirnya, siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, pasti Allah perbaiki hubungannya dengan manusia, siapa yang beramal untuk akhiratnya, pasti Allah cukupkan kebutuhan-kebutuhan dunianya.” (Ar-risalah At-Tabukiyyah)

Dunia sejatinya merupakan ladang amal. Itulah mengapa terdapat banyak ujian ketika hendak memanfaatkannya memeroleh pahala. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap membuka lebar pintu bagi hamba-Nya untuk tetap berusaha melakukan perintah-Nya sekaligus menjauhi larangan-Nya. Namun, tentu saja dibutuhkan langkah agar tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan harapan. Salah satunya adalah dengan menerapkan tiga perkara.

Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, perkara pertama yang harus senantiasa diterapkan umat Islam adalah memperbaiki keadaan batin. Hal ini berkaitan erat dengan langkah introspeksi diri. Semakin sering kita mengingat dan menyadari kekurangan dan kesalahan di masa lampau, semakin mudah pula bagi kita untuk meninggalkan hal-hal buruk. Allah juga akan bermurah hati membantu dengan memperbaiki keadaan lahir diri kita.

Setelah itu, sebaiknya kita juga berusaha untuk selalu dapat meng-upgrade kualitas hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan tanpa sebab, pasalnya hubungan yang baik dengan Allah menentukan keadaan hubungan kita dengan sesama manusia. Tak hanya itu, kebaikan hubungan kita dengan Allah Ta’ala juga menghadirkan keberkahan dan kebahagiaan hati yang memengaruhi hubungan dengan sesama manusia.

Terakhir dan tak kalah penting, umat Islam juga dianjurkan untuk dapat meluangkan waktu melakukan banyak perbuatan amal. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk nasib akhir di akhirat kelak. Bahkan, perbuatan amal juga menjadi alasan bagi Allah untuk mencukupkan kebutuhan hamba-Nya di dunia. Dengan seluruh langkah ini, diharapkan umat Islam dapat senantiasa bertahan hidup di dunia yang sangat penuh dengan godaan dan cobaan.